"Suriah bahkan hampir tidak masuk radar Trump sekarang. Prioritasnya rendah, dan ada kekosongan kebijakan yang harus diisi," katanya.
Baca Juga: Warga Druze Suriah Turun ke Jalan Suwayda, Protes Pendudukan Israel dan Turki
Serangan Israel
Israel telah secara terbuka menyatakan ketidakpercayaannya terhadap Hayat Tahrir al-Sham (HTS), faksi Islamis yang memimpin kampanye untuk menggulingkan Assad dan yang muncul dari kelompok yang berafiliasi dengan al Qaeda hingga memutuskan hubungan pada tahun 2016.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa Israel tidak akan menoleransi kehadiran HTS di Suriah selatan, atau pasukan lain yang berafiliasi dengan penguasa baru, dan menuntut wilayah tersebut didemiliterisasi.
Setelah Assad digulingkan, Israel melakukan serangan udara besar-besaran terhadap pangkalan militer Suriah dan memindahkan pasukan ke zona demiliterisasi yang dipantau PBB di Suriah.
Awal minggu ini, Israel menyerang lokasi militer di selatan Damaskus.
Baca Juga: Warga Palestina Dibebaskan Israel Penjajah, Tunjukkan Tanda-tanda Penyiksaan dan Kelaparan
Kini, Israel sangat khawatir tentang peran Turki sebagai sekutu dekat penguasa baru Suriah, kata tiga sumber AS, yang menggambarkan pesan yang disampaikan oleh pejabat Israel.
Presiden Turki Tayyip Erdogan, yang memimpin Partai AK yang berakar pada Islam, mengatakan tahun lalu bahwa negara-negara Islam harus membentuk aliansi melawan apa yang disebutnya 'ancaman ekspansionisme yang semakin meningkat' dari Israel.
Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan Israel khawatir Turki mendukung upaya Iran untuk membangun kembali Hizbullah dan bahwa kelompok-kelompok Islam di Suriah menciptakan front lain melawan Israel.
Turki telah mengatakan ingin Suriah menjadi stabil dan tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangganya.
Baca Juga: Hamas Bebaskan 6 Tawanan, Israel Penjajah Justru Lakukan Hal Ini
Negara itu telah berulang kali mengatakan tindakan Israel di Suriah selatan adalah bagian dari kebijakan ekspansionis dan invasifnya, dan menunjukkan Israel tidak menginginkan perdamaian regional.
Untuk menahan Turki, pejabat Israel telah berusaha membujuk pejabat AS bahwa Rusia harus mempertahankan pangkalan angkatan laut Mediterania di provinsi Tartus Suriah dan pangkalan udara Hmeimim di provinsi Latakia, kata sumber tersebut.