internasional

Rencana Presiden AS Donald Trump Pembersihan Etnis terhadap Rakyat Palestina di Gaza, Pengamat: Ilegal dan Angan-angan

Rabu, 29 Januari 2025 | 18:13 WIB
Wacana Presiden AS Donald Trump untuk pembersihan etnis rakyat Palestina di Gaza, pengamat sebut pelanggaran hukum internasional. (X.com/UNRWA)

Baca Juga: Indonesia dan Malaysia Kompak soal Palestina, Prabowo Tekankan Solusi Dua Negara

Sejumlah pejabat di Israel mendukung usulan Trump, termasuk menteri keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich, yang menyambut baik gagasan tersebut sebagai 'pemikiran yang tidak biasa' untuk memungkinkan warga Palestina 'membangun kehidupan yang baru dan baik di tempat lain'.

Namun pelapor khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, mengecam pernyataan Trump dan Smotrich tersebut.

"Pembersihan etnis sama sekali bukan pemikiran yang 'tidak biasa', tidak peduli bagaimana orang mengemasnya. Itu ilegal, tidak bermoral, dan tidak bertanggung jawab," katanya.

Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Blak-blakan Ungkap Rencana 'Pembersihan Etnis' Rakyat Palestina, Sebut Mesir dan Yordania Siap Tampung Pengungsi

Ketika ditanya tentang pernyataan Trump, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Wakil Presiden Komisi Eropa Kaja Kallas pada hari Senin mengatakan Uni Eropa mendukung solusi dua negara, tetapi menahan diri untuk tidak mengutip pernyataan Trump secara langsung.

"Gaza dan rakyat Gaza telah banyak menderita. Saya pikir baik Palestina maupun Israel layak mendapatkan perdamaian dan itulah sebabnya kita benar-benar perlu beralih dari gencatan senjata ke perdamaian yang lebih permanen," kata Kaja Kallas.***

Halaman:

Tags

Terkini