SENAYANPOST - Kebakaran di Los Angeles menjadi sorotan dunia internasional.
Betapa tidak, kebakaran hutan di Amerika Serikat (AS) ini telah menghanguskan sekitar 10.000 bangunan.
Diketahui, angin kencang juga berperan menyebarkan kobaran Si Jago Merah hingga petugas kewalahan mengantisipasinya.
Belum lama ini, petugas kebakaran Los Angeles telah menjinakkan kebakaran hutan tersebut untuk sementara waktu.
Baca Juga: Indonesia Gabung BRICS sebagai Anggota Penuh, Ini Penjelasan Pemerintah Brasil
Enam kebakaran hutan yang terjadi secara bersamaan telah menghancurkan lingkungan Los Angeles County sejak Selasa, menewaskan sedikitnya 11 orang dan merusak atau menghancurkan 10.000 bangunan.
Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah setelah cukup aman bagi petugas pemadam kebakaran untuk melakukan pencarian dari rumah ke rumah.
Dengan ribuan orang tiba-tiba kehilangan tempat tinggal dan asap yang menebal menyebabkan pejabat AS mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat.
Petugas pemadam kebakaran melaporkan kemajuan dalam menghentikan Kebakaran Palisades di tepi barat kota dan Kebakaran Eaton di kaki bukit di sebelah timur kota metropolitan yang luas itu.
Baca Juga: Hamas Ingin Gencatan Senjata Secepatnya di Gaza dengan Israel, Korban Syahid Hampir 46 Ribu Orang
Setelah terbakar di luar kendali selama berhari-hari, meskipun ratusan petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api dari udara dan darat, Kebakaran Palisades berhasil dikendalikan sebesar 8 persen dan Kebakaran Eaton 3 persen.
Cal Fire telah mencatat tingkat pengendalian kedua kebakaran tersebut pada 0 persen hingga Jumat.
Meskipun demikian, kedua kebakaran besar tersebut telah menghabiskan 35.000 hektar (14.100 hektar) - atau 54 mil persegi, 2-1/2 kali luas daratan Manhattan.
Sekitar 153.000 orang masih berada di bawah perintah evakuasi dan 166.800 lainnya menghadapi peringatan evakuasi, dengan jam malam diberlakukan untuk semua zona evakuasi, kata Sheriff Kabupaten Los Angeles Robert Luna.