SENAYANPOST - Israel penjajah akui terlibat dalam penggulingan Bashar Al Assad yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Suriah.
Pengakuan Israel ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Israel Katz.
Israel Katz juga mengecam tindakan Ansarallah Yaman yang baru-baru ini mengirim rudal balistik ke Tel Aviv.
Pihaknya mengklaim telah mengalahkan Hamas, Hizbullah, Iran, dan juga Suriah.
"Kami telah mengalahkan Hamas, kami telah mengalahkan Hizbullah, kami telah membutakan sistem pertahanan di Iran, dan merusak sistem produksi (rudal). Kami telah menggulingkan rezim Assad di Suriah, kami telah memberikan pukulan berat pada 'poros kejahatan'," kata Israel Katz pada 23 Desember 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Baca Juga: Presiden Turki Erdogan soal Agresi Israel ke Dataran Tinggi Golan, Sebut Melemahkan Revolusi Suriah
Menurut Katz, penggulingan pemerintahan Assad di Suriah oleh pemberontak yang didukung Turki yang dipimpin oleh Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) dipandang sebagai puncak dari degradasi yang disebut Poros Perlawanan Iran.
Israel tidak berperan dalam serangan pemberontak yang menjatuhkan pemerintahan Assad.
Komentar Katz tentang Suriah lebih kuat daripada komentar Netanyahu yang menyatakan runtuhnya pemerintahan Assad adalah 'akibat langsung' dari serangan Israel terhadap Hizbullah.
Namun, Katz secara khusus menyoroti satu kelompok yang berpihak pada Iran yang muncul dengan berani dari perang regional yang dipicu oleh serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober dan pembalasan keras Israel, yaitu Ansarallah Houthi Yaman.
Katz mengatakan Ansarallah "menembakkan rudal ke Israel" dan dia ingin menyampaikan pesan yang jelas kepada mereka.
"Kami akan menyerang infrastruktur strategis (Ansarallah) dan memenggal kepala para pemimpinnya," lanjutnya.
Ansarallah mulai menyerang kapal-kapal komersial di Laut Merah dalam apa yang mereka katakan sebagai solidaritas dengan warga Palestina yang terkepung di Gaza pada November 2023.