internasional

Menlu Sugiono Temui Sekjen Organisasi Pembebasan Palestina di Tengah KTT BRICS Plus, Sampaikan Tiga Hal Ini

Kamis, 24 Oktober 2024 | 21:07 WIB
Menteri Luar Negeri RI Sugiono temui Sekjen Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di tengah KTT BRICS Plus di Moskow belum lama ini. (kemlu.go.id)

SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono menemui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hussein Al Sheikh.

Pertemuan ini berlangsung pada Rabu, 23 Oktober 2024 di tengah-tengah KTT BRICS Plus di Moskow.

Dalam kesempatan itu, Menlu Sugiono menyampaikan tiga hal.

Salah satunya tentang upaya perdamaian lewat solusi dua negara atau two state solution dengan Israel.

"Pertama, menekankan kembali dukungan politik untuk Palestina termasuk dengan terus mendorong gencatan senjata permanen dan upaya-upaya perdamaian lainnya menuju Solusi Dua Negara," bunyi pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri pada 23 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com.

Baca Juga: Sejarawan Israel Illan Pappe Wanti-wanti, Zionis Mungkin Akan Perluas Genosida dari Gaza ke Tepi Barat Palestina

Kemudian Indonesia juga menegaskan kembali komitmennya untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan ke Palestina lewat UNRWA dan ILO.

"Kedua, menegaskan kembali komitmen bantuan kemanusiaan RI kepada Palestina, baik secara bilateral, maupun melalui badan PBB seperti UNRWA dan ILO," lanjutnya.

Terakhir, kondisi di Timur Tengah kian memanas di kala Israel ikut membombardir Lebanon dan Suriah.

Oleh karena itu, Indonesia menekankan perlunya upaya bersama untuk menurunkan tensi di kawasan tersebut.

Baca Juga: Iran dan Arab Saudi Bakal Latihan Militer Gabungan di Laut Merah

"Ketiga, menegaskan pentingnya upaya kolektif untuk mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah," terangnya.

Dengan adanya BRICS yang diinisiasi oleh negara-negara besar di dunia seperti China, Rusia, dan India, pertemuan ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kerja sama dalam upaya perdamaian di Palestina.

"Pertemuan BRICS ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi sebagai kekuatan positif (positive force) untuk terus mengupayakan perdamaian di Palestina," tutup pernyataan resmi tersebut.***

Tags

Terkini