internasional

Lolos Pertahanan Udara Israel, Drone Hizbullah Hantam Kediaman Netanyahu di Kaisarea

Sabtu, 19 Oktober 2024 | 20:07 WIB
Drone Hizbullah kali ini targetkan kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Kaisarea dan lolos dari pertahanan udara Israel. (Twitter.com/@IsraeliPM)

Tentara pendudukan Israel juga mencatat bahwa drone tersebut terus melayang di atas kepala selama satu jam sebelum menghantam gedung, menggambarkan kejadian itu sebagai 'pagi yang sulit'.

Sementara itu, komentator militer Israel dan outlet media mulai mengkritik sistem pertahanan udara yang gagal mencegat drone Hizbullah dan mencegahnya mencapai target.

Baca Juga: Terkonfirmasi, Yahya Sinwar Kepala Biro Politik Hamas Gugur di Medan Perang

Media Israel melaporkan bahwa tentara pendudukan Israel membuka penyelidikan atas kegagalan sistem pertahanan udara untuk mencegat drone yang menargetkan kediaman Netanyahu, serta kegagalan untuk mengaktifkan sirene.

Mengomentari insiden tersebut, Itay Blumental, seorang koresponden urusan militer untuk Kan Channel Israel, mengatakan bahwa Hizbullah sedang mengembangkan metodenya untuk meluncurkan beberapa pesawat nirawak secara bersamaan agar menyulitkan sistem pertahanan untuk mencegatnya.

Koresponden tersebut menjelaskan bahwa pesawat nirawak tersebut mampu melintasi jarak 70 km dari Lebanon dan menghantam sebuah gedung di Kaisarea tempat Netanyahu terkadang menginap, yang mengkhawatirkan karena pesawat nirawak ini menempuh jarak yang relatif jauh dan menghantam gedung tersebut secara langsung.

Baca Juga: Detik-detik Syahidnya Yahya Sinwar versi Israel, Sempat Lempar Tongkat ke Arah Drone Penjajah

Radio Angkatan Darat Israel mengutip sumber militer yang mengatakan bahwa dinas keamanan "sedang menyelidiki celah keamanan yang memungkinkan sebuah pesawat nirawak mencapai kediaman Netanyahu di Kaisarea," sebuah insiden yang dianggap sebagai "kegagalan keamanan yang sangat mencolok."

Keadaan siaga dinaikkan "untuk semua simbol otoritas di Israel setelah kediaman Netanyahu menjadi sasaran pesawat nirawak dari Lebanon," sebagaimana dikonfirmasi oleh surat kabar Israel Yedioth Ahronoth.

Sementara itu, Maariv menyesalkan bahwa ini adalah insiden ketiga dalam waktu sekitar seminggu di mana sebuah pesawat nirawak yang datang dari Lebanon mampu mencapai jauh ke dalam Israel.

Baca Juga: Israel Terus Bombardir Sekolah UNRWA di Gaza Utara, 22 Warga Palestina Syahid

Mengomentari penargetan kediaman Netanyahu, Kan melaporkan bahwa Hizbullah sedang mengembangkan metodenya untuk meluncurkan beberapa pesawat nirawak secara bersamaan agar menyulitkan sistem pertahanan udara untuk mencegatnya.

Hizbullah telah meningkatkan operasinya ke tingkat yang lebih tinggi, Kan menambahkan, menyebut apa yang terjadi sebagai "insiden yang sangat dramatis."

Akibatnya, polisi Israel bergegas memblokir jalan-jalan di daerah tersebut dan telah mencegah outlet berita media mendekati lokasi jatuhnya pesawat nirawak.***

Halaman:

Tags

Terkini