SENAYANPOST - Israel penjajah kembali mengebom kawasan pengungsian di Al Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza.
Setidaknya 40 orang syahid dalam insiden pembantaian yang dilakukan oleh Israel baru-baru ini yang didominasi oleh wanita dan anak-anak.
Menurut otoritas setempat, serangan Israel tersebut menargetkan 20 tenda yang melindungi warga Palestina yang mengungsi di daerah pesisir dekat Kota Khan Younis.
Salah seorang warga mengatakan bahwa setidaknya lima roket jatuh di daerah tersebut sementara layanan darurat menyatakan serangan tersebut telah menciptakan kawah sedalam sembilan meter.
Baca Juga: 10 Hari Agresi Militer di Jenin dan Tulkarem, Pasukan Israel Mundur dari Tepi Barat Palestina
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Middle East Eye, tentara Israel mengatakan mereka menyerang pusat komando Hamas yang disamarkan di daerah kemanusiaan di Khan Younis.
"Banyak langkah telah diambil untuk mengurangi kemungkinan melukai warga sipil, termasuk penggunaan persenjataan presisi, pengawasan udara, dan informasi intelijen tambahan," bunyi pernyataan resmi dari tentara Israel.
Mereka tidak membagikan bukti apa pun untuk mendukung klaimnya.
Sementara itu, Hamas membantah tuduhan ini, dengan mengatakan klaim tentara pendudukan fasis tentang keberadaan elemen perlawanan di lokasi yang menjadi sasaran adalah kebohongan yang nyata.
Baca Juga: Pertempuran Sengit di Jenin Tepi Barat Palestina, Tentara Israel Panggil Bala Bantuan Tambahan
Organisasi pencarian dan penyelamatan pertahanan sipil Gaza mengatakan bahwa tentara Israel menggunakan rudal-rudal kejut yang berat dan memperkirakan bahwa itu adalah salah satu pembantaian paling mengerikan sejak dimulainya perang Israel di Gaza.
Rekaman dari dampak langsung menunjukkan warga Palestina mati-matian menggali untuk mencari orang-orang yang mereka cintai di kawah-kawah yang dalam, dengan pertahanan sipil mengatakan 'seluruh keluarga' telah 'menghilang' di pasir.
Hampir seluruh penduduk Gaza yang berjumlah 2,1 juta orang telah berulang kali mengungsi karena serangan Israel yang terus-menerus, dengan banyak dari mereka terpaksa melarikan diri ke tempat yang digambarkan Israel sebagai 'zona kemanusiaan' di bagian selatan daerah kantong itu.
Baca Juga: Israel Klaim Bakal Kendalikan Gaza Pascaperang, Peluas Koridor Netzarim hingga Empat Pos Terdepan