SENAYANPOST - Tentara Israel luncurkan operasi militer di Tepi Barat Palestina belum lama ini.
Eskalasi tersebut menyusul kegagalan Israel untuk mengalahkan Hamas di Gaza.
Ini merupakan operasi militer terbesar dalam dua dekade terakhir dimulai pada 28 Agustus 2024 dini hari.
Pasukan Israel tersebut diketahui menyerbu Jenin, Tulkarem, dan Tubas di mana banyak konsentrasi pejuang Palestina di daerah tersebut.
Tentara Israel mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada Rabu pagi bahwa pasukannya sekarang telah memulai operasi untuk melawan terorisme di Jenin dan Tulkarem.
Baca Juga: Itamar Ben Gvir Lagi-lagi Provokasi Umat Islam, Serukan Orang Yahudi Ibadah di Masjid Al Aqsa
Pasukan Israel juga beroperasi di kamp Faraa dekat Tubas.
Sumber militer mengatakan kepada Times of Israel bahwa operasi tersebut diperkirakan akan berlangsung beberapa hari.
"Kita perlu menangani ancaman tersebut persis seperti kita menangani infrastruktur teror di Gaza, termasuk evakuasi sementara warga sipil Palestina dan langkah lain yang diperlukan. Ini adalah perang dalam segala hal," kata Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, melalui media sosial pada 28 Agustus 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.
"Iran berupaya membangun front teror melawan Israel di (Tepi Barat), menurut model yang digunakannya di Lebanon dan Gaza, dengan mendanai dan mempersenjatai teroris serta menyelundupkan senjata canggih dari Yordania," tambahnya.
Baca Juga: Polisi Israel Tangkapi Yahudi Haridim
Surat kabar berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth mengatakan bahwa Israel berencana melakukan evakuasi paksa di lingkungan Tepi Barat sebagai bagian dari operasi tersebut.
"Prosesnya kemungkinan akan lama," kata koresponden harian itu, Yoav Zeyton.
Saluran Kan milik Israel melaporkan bahwa operasi tersebut adalah yang terbesar sejak Operasi Perisai Pertahanan pada tahun 2002, yang berlangsung di Tepi Barat yang diduduki selama Intifada Kedua.
Operasi tersebut kabarnya akan melibatkan ribuan tentara.
Tel Aviv telah menjuluki operasi tersebut sebagai Kamp Musim Panas, yang menargetkan kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki, termasuk kamp Nour Shams milik Tulkarem, kamp Jenin, dan kamp Faraa.