Tiga putra Haniyeh, Hazem, Amir dan Mohammad, syahid di Gaza pada 10 April ketika serangan udara Israel menghantam mobil yang mereka tumpangi.
Haniyeh juga kehilangan empat cucunya, tiga perempuan dan seorang laki-laki, dalam serangan itu, kata Hamas.
Baca Juga: Ismail Haniye atau Yahya Sinwar, Siapa Penguasa Hamas Sebenarnya ?
Saat itu, pemimpin Hamas mengatakan serangan itu tidak akan mengubah tuntutan kelompoknya untuk gencatan senjata permanen dan pemulangan warga Palestina yang mengungsi dari rumah mereka dalam negosiasi yang sedang berlangsung yang dimediasi oleh Doha dan Washington.
"Semua orang kami dan semua keluarga Gaza telah membayar harga yang mahal dengan darah, dan saya salah satunya," kata Haniyeh.***