SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum lama ini diundang oleh Kongres Amerika Serikat (AS) ke Washington setelah ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya.
Diketahui, Benjamin Netanyahu menjadi buronan ICC karena diduga melakukan kejahatan perang di Gaza, Palestina.
Undangan ke Benjamin Netanyahu ke Washington ini disampaikan langsung oleh Mike Johnson, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS.
"Malam ini, saya dengan senang hati mengumumkan… kami akan segera menjamu Perdana Menteri Netanyahu di Capitol untuk sesi gabungan Kongres," kata Mike Johnson saat berpidato di acara kedutaan Israel pada 23 Mei 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.
Baca Juga: Komentar Warga Gaza soal Penangkapan Benjamin Netanyahu dan Tiga Petinggi Hamas
Johnson mengatakan dalam pidatonya bahwa pidato Netanyahu yang akan datang akan menjadi pertunjukan dukungan yang kuat terhadap pemerintah Israel di saat mereka paling membutuhkan.
Pengumuman ini muncul ketika para pejabat di pemerintahan Presiden AS Joe Biden semakin melontarkan komentar kritis terhadap perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza.
Meskipun Biden terus mendukung upaya perang Israel, Johnson mengkritik kebijakan pemerintahannya terhadap Israel.
Pidato Netanyahu di Kongres diperkirakan akan memicu kemarahan beberapa anggota Partai Demokrat yang telah bersuara mengenai tindakan Israel di Gaza.
Berbicara pada acara yang sama, Perwakilan Partai Demokrat AS mengatakan bahwa mereka menegaskan kembali komitmen kami terhadap kedaulatan Israel.
Baca Juga: ICJ Perintahkan Israel Hentikan Serangan di Rafah, Itamar Ben Gvir Sebut Mahkamah Antisemit
Kedua pejabat tersebut mengecam keputusan jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Karim Khan yang meminta surat perintah penangkapan bagi Netanyahu dan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant.
Johnson juga mengatakan pada hari Kamis bahwa AS harus menghukum ICC dan mengembalikan Karim Khan ke tempatnya.
"Jika ICC dibiarkan mengancam para pemimpin Israel, kita tahu bahwa AS lah yang akan menjadi ancaman berikutnya. Ada alasan mengapa kami tidak pernah mendukung ICC, karena hal ini merupakan penghinaan langsung terhadap kedaulatan kami sendiri," ungkapnya.
Keputusan tersebut, yang juga mencakup seruan untuk memberikan surat perintah penangkapan terhadap para pemimpin Hamas Yahya Sinwar, Mohammad Deif, dan Ismail Haniyeh, telah menimbulkan kegaduhan di Washington, dimana para anggota DPR AS dari Partai Republik sedang menyusun paket sanksi terhadap ICC.