SENAYANPOST - Dua tawanan Hamas, Keith Siegel (64) dan Omri Miran (46) mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk segera mengevakuasi mereka dari Gaza.
Setelah 200 hari lebih genosida di Gaza, para tawanan Hamas ini mengaku lelah dan ingin segera berkumpul bersama keluarga.
Tidak hanya itu, dua tawanan Hamas ini menceritakan bagaimana hari-hari mereka yang diwarnai bombardir tentara penjajah Israel setiap harinya.
Disaat yang bersamaan, publik Israel semakin geram kepada pemerintah Netanyahu dan puluhan ribu warga turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi.
Mereka menuntut agar diadakan pemilu lebih awal dan mendesak agar Netanyahu segera mengundurkan diri.
Baca Juga: Hamas Terima Tanggapan Resmi dari Penjajah Israel Terkait Gencatan Senjata di Gaza
Sebagaimana diketahui, pada 27 April 2024, Hamas merilis video berdurasi kurang lebih tiga menit yang ditujukan kepada para publik Israel.
Hamas menyatakan bahwa tekanan militer yang selama ini digaungkan oleh Netanyahu gagal untuk membebaskan para tawanan.
Gerakan Perlawanan Palestina itu juga mendesak warga Israel untuk terus menekan pemerintahnya agar berkompromi dalam negosiasi gencatan senjata di Gaza.
Diketahui, Hamas meminta penjajah Israel untuk menarik mundur seluruh pasukannya dari Gaza dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk.
Setelah itu, Hamas menawarkan Israel pertukaran tawanan.
Sayangnya, Israel keras kepala dan menginginkan langsung pertukaran tawanan tanpa penarikan pasukan penjajah dari Gaza.
Dalam video tersebut, Siegel dan Miran mengidentifikasi diri mereka sendiri, berbicara kepada keluarga mereka, dan mengatakan mereka mengharapkan kesepakatan penyanderaan yang akan membuat mereka dan sandera lainnya kembali ke rumah.