SENAYANPOST - Kepala Deputi Hamas di Gaza, Khalil Al Hayya menyampaikan bahwa gerakan perlawanan itu telah menerima pesan resmi dari penjajah Israel terkait proposal gencatan senjata.
Khalil Al Hayya menjelaskan bahwa sikap penjajah Israel terkait proposal gencatan senjata telah diterima Hamas pada Sabtu, 27 April 2024.
Lebih lanjut, Hamas bersama gerakan Perlawanan Palestina akan memberikan jawabannya kepada para mediator dari gencatan senjata ini.
"Setelah studinya selesai, kami akan menyampaikan tanggapannya kepada mediator Mesir dan Qatar," kata Khalil Al Hayya pada 27 April 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Sebuah sumber di kalangan pimpinan Palestina mengungkapkan kepada Al Mayadeen bahwa Qatar telah menghadapi tekanan signifikan baik dari Amerika Serikat maupun penjajah Israel beberapa waktu lalu.
Pada gilirannya, tekanan ini dimaksudkan untuk memaksa Qatar memberikan pengaruhnya terhadap gerakan Hamas terkait perundingan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Sumber tersebut mengklarifikasi Selasa lalu bahwa konteks ini menyoroti pernyataan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdul Rahman Al Thani baru-baru ini, yang menunjukkan bahwa Doha saat ini sedang 'mengevaluasi mediasi yang dilakukannya'.
Menurutnya, gerakan Hamas memberi tahu semua pihak terkait bahwa mereka berkomitmen untuk menjadi mediasi Qatar dan tidak menerima alternatif apa pun.
Sumber tersebut lebih lanjut mencatat bahwa Washington telah meminta intervensi Turki dalam proses negosiasi untuk memberikan tekanan pada Hamas agar melunakkan pendiriannya, dan menekankan bahwa Hamas menyambut baik keterlibatan Ankara dalam masalah Palestina.
Sebagaimana diketahui, genosida di Gaza sudah memasuki hari yang ke-204 di mana lebih dari 34 ribu orang warga Gaza syahid dan ribuan lainnya belum ditemukan.
Di saat yang bersamaan, demonstrasi mahasiswa Amerika Serikat (AS) semakin meluas di Negeri Paman Sam, menuntut agar universitas membatalkan kerja sama atau investasi kepada penjajah Israel.