Pernyataan tersebut muncul setelah outlet berita melaporkan bahwa Hamas pada prinsipnya telah menyetujui proposal gencatan senjata terbaru yang dibuat oleh pejabat Qatar.
Pejabat tersebut menggambarkan pernyataan yang dibuat oleh Kementerian Luar Negeri Qatar sebagai pernyataan yang terburu-buru dan tidak akurat.
Pejabat tersebut menjelaskan bahwa partai yang diwakilinya telah menerima pesan dari Hamas yang dibawa dari Paris.
Baca Juga: Hamas Tampaknya Tolak Usulan Israel untuk Tukar Tawanan, Ingin Gencatan Senjata Permanen
"Menerima pesan dari pimpinan Hamas mengenai kerangka kerja yang dipresentasikan berdasarkan pertemuan Paris," kata pejabat tersebut pada 1 Februari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Perlu dicatat bahwa pertemuan tersebut menghasilkan proposal gencatan senjata sesaat, yang mencakup kesepakatan pertukaran tahanan tiga tahap.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh William Burns, direktur Badan Intelijen Pusat, dan pejabat tinggi Mesir, Israel, dan Qatar.
"Belum ada kesepakatan mengenai kerangka tersebut, dan Hamas memiliki komentar penting (mengenai proposal tersebut)," tambahnya.
Pejabat Hamas telah mengumumkan sebelumnya bahwa perwakilannya akan menyampaikan tanggapan terpadu di Kairo, Mesir yang mewakili semua faksi Perlawanan Palestina.
Baca Juga: Tentara Zionis Israel Terus Bombardir Palestina di Gaza, Hamas Kirim Rentetan Roket ke Tel Aviv
"Prioritasnya adalah penghentian agresi secara komprehensif, penarikan pasukan pendudukan dari Gaza, mengamankan tempat penampungan bagi para pengungsi, dan menyelesaikan proses pertukaran yang serius," jelas pejabat tersebut.
Dia lebih lanjut menekankan bahwa media Zionis menyebarkan berita palsu seolah-olah Hamas dan faksi Perlawanan menerima tawaran Israel.
Hal ini menyusul demonstrasi besar-besaran warga Israel yang menuntut pembebasan tawanan.
"Media Zionis menyebarkan berita palsu dan palsu untuk membangkitkan opini publik mengenai negosiasi tersebut," tandasnya.***