internasional

Cuma Rusak 20 Persen, Israel Gagal Hancurkan Terowongan Hamas di Palestina

Senin, 29 Januari 2024 | 14:02 WIB
Dalam sebuah laporan, Israel diketahui gagal menghancurkan jaringan terowongan Hamas di Gaza, Palestina. (Twitter.com/@MOSSADil)

SENAYANPOST - Israel dalam sebuah laporan Wall Street Journal (WSJ) diketahui gagal menghancurkan terowongan Hamas yang berada di Gaza, Palestina.

Sebagaimana diketahui, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sangat berambisi untuk menghancurkan Hamas berikut dengan terowongan yang sering digunakannya.

Dalam sebuah laporan, Israel diketahui hanya menghancurkan 20 persen dari total terowongan yang dibangun Hamas sejak awal perang pada 7 Oktober 2023

"80 persen terowongan Hamas di bawah Gaza tetap utuh setelah berminggu-minggu upaya Israel untuk menghancurkannya… menghambat tujuan utama perang Israel," kata pejabat Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Terowongan sepanjang sekitar 500 km di bawah Gaza memberi Hamas tempat untuk menyimpan senjata dan amunisi dengan aman, menyembunyikan dan mengangkut para pejuangnya, menahan tawanan Israel, dan mengoperasikan pusat komando dan kendali bagi para pemimpinnya.

Israel telah mencoba menghancurkan terowongan dengan beberapa cara, termasuk menyerang terowongan dengan serangan udara dan bahan peledak cair, menggeledah terowongan dengan anjing dan robot, menghancurkan pintu masuk terowongan, dan menyerangnya dengan tentara elit.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Putusan ICJ dalam Kasus Kejahatan Genosida Israel di Palestina

Israel telah menggunakan terowongan tersebut sebagai dalih untuk menghancurkan infrastruktur sipil di Gaza, termasuk seluruh wilayah pemukiman, dengan menggunakan bom penghancur bunker seberat 2.000 pon yang dipasok oleh AS.

Dalam laporan tersebut, Israel juga menyerang rumah sakit dan infrastruktur lainnya untuk mencapai terowongan tersebut.

"Dan Israel mengatakan mereka telah melakukan serangan terhadap rumah sakit dan infrastruktur penting lainnya dalam usahanya mencapai terowongan tersebut," lanjut laporan tersebut.

Israel juga memasang serangkaian pompa untuk membanjiri terowongan dengan air dari Laut Mediterania dan Israel.

Namun upaya untuk menghancurkan terowongan tersebut tidak efektif, kata para pejabat AS kepada WSJ.

Pejabat Israel melanjutkan rencana untuk membanjiri terowongan pada bulan Desember meskipun ada kekhawatiran hal ini akan membunuh beberapa tawanan yang diambil oleh pejuang dari sayap bersenjata Hamas, Brigade Al Qassam, pada tanggal 7 Oktober selama Operasi Badai Al Aqsa.

Baca Juga: Alasan ICJ Tak Keluarkan Pernyataan Gencatan Senjata dalam Kasus Kejahatan Genosida Israel

Halaman:

Tags

Terkini