internasional

Hari ke-113, Hamas Kembali Ultimatum Netanyahu soal Tawanan Perang

Minggu, 28 Januari 2024 | 16:18 WIB
Hamas kembali memberikan ultimatum kepada PM Israel Benjamin Netanyahu soal tawanan perang dalam rilis hari ke-113. (alqassam.ps)

Sementara itu, Israel meminta Hamas membebaskan tawanan tanpa syarat.

Di sisi lain, mantan Perdana Menteri Zionis Ehud Olmert melancarkan serangan terhadap pemerintahan pendudukan saat ini, menuntut penghentian segera perang dan kembalinya orang-orang yang diculik.

"Jika saya menjadi perdana menteri sekarang, saya tidak akan melakukannya (untuk) mengumumkan penghapusan Hamas," kata Olmert.

Hal ini terjadi pada saat ribuan perampas kekuasaan Zionis turun ke jalan pada Sabtu malam dalam demonstrasi besar-besaran di pusat Tel Aviv, menuntut kembalinya tahanan yang ditahan oleh Brigade Al Qassam, dan penggulingan pemerintahan Netanyahu karena kegagalannya mencapai tujuan perdamaian.

Baca Juga: Hamas Desak ICC Minta Tanggung Jawab Israel atas Kejahatan Perang di Palestina

Warga yang marah menuntut pemilu segera untuk menggantikan Netanyahu.

"Jika putra-putra Netanyahu ditahan bersama Hamas, dia dan istrinya akan bersama kami di lapangan melakukan protes," bunyi pernyataan Keluarga Tahanan Zionis Israel.

"Jika kami tidak mengerahkan dukungan untuk pembebasan orang-orang yang diculik, nasib mereka akan seperti pilot Ron Arad," lanjutnya.

Patut dicatat bahwa Netanyahu menghadapi tekanan kuat untuk memulihkan tahanan yang ditahan yang ditangkap oleh Brigade Al Qassam dan perlawanan Palestina pada tanggal 7 Oktober.

Insiden tersebut terjadi setelah gerombolan Mujahidin dari Brigade Al Qassam menyerbu permukiman dan situs militer di Jalur Gaza melalui jalur darat, laut dan udara, di mana mereka mampu membunuh ratusan tentara dan menangkap sekitar 250 Zionis.***

Halaman:

Tags

Terkini