Baca Juga: Benjamin Netanyahu Keukeuh Ingin Lenyapkan Hamas, Joe Biden Sudah Kehabisan Kesabaran
Israel telah menolak rencana ini.
Percakapan antara kedua pemimpin pada Jumat lalu berlangsung selama hampir 40 menit dan berlangsung dengan baik, media Ibrani melaporkan pada saat itu.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan dalam konferensi pers bahwa keduanya membahas upaya yang sedang berlangsung untuk menjamin pembebasan semua sandera yang tersisa di Gaza.
"Kedua pemimpin juga meninjau situasi di Gaza dan peralihan ke operasi yang ditargetkan yang akan memungkinkan peningkatan jumlah bantuan kemanusiaan, sekaligus menjaga tekanan militer terhadap Hamas dan para pemimpinnya tetap signifikan," kata Kirby pada 27 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Kirby mengatakan bahwa Biden meminta tanggung jawab Israel atas operasi militernya di Gaza.
"Tanggung jawab Israel, bahkan ketika mereka mempertahankan tekanan militer terhadap Hamas dan para pemimpinnya, untuk mengurangi kerugian sipil dan melindungi warga sipil yang tidak bersalah," tambahnya.
Menurut laporan Axios pada hari Jumat, seorang penasihat Biden mengatakan Gedung Putih prihatin dengan perang Gaza yang mendominasi siklus berita dan kehilangan dukungan di kalangan pemilih muda, yang sebagian besar menentang kebijakan Gedung Putih Biden, menjelang pemilihan presiden.
Baca Juga: Joe Biden Ungkap Pembicaraan dengan Benjamin Netanyahu, Minta Gencatan Senjata?
"Sebuah sumber yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan Biden tidak bisa membiarkan perang dan meningkatnya jumlah korban tewas terus mendominasi siklus berita saat pemilu semakin dekat," demikian bunyi laporan tersebut.
Menanggapi laporan tersebut, yang juga disampaikan oleh Walla pada Jumat pagi, kantor Netanyahu mengatakan bahwa pihaknya menghormati pilihan Biden.
"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghargai dukungan Presiden Biden dan menjelaskan dalam percakapannya dengannya bahwa Israel bertekad untuk melanjutkan perang sampai semua tujuannya tercapai," jelasnya.
Awal pekan ini, para pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa AS telah membuat saluran dengan Israel untuk membahas kekhawatiran atas insiden di Gaza yang menyebabkan warga sipil terbunuh atau terluka oleh militer Israel dan fasilitas sipil menjadi sasaran.
Saluran tersebut didirikan setelah pertemuan awal bulan ini antara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan kabinet perang Israel.
Blinken menyatakan keprihatinannya atas laporan terus-menerus mengenai serangan Israel yang menghantam lokasi kemanusiaan atau mengakibatkan kematian warga sipil dalam jumlah besar.