SENAYANPOST - Salah satu pejabat senior Hamas, Osama Hamdan menyebutkan bahwa serangan Israel ke Gaza tidak akan berakhir baik-baik saja.
Dalam sebuah wawancara dengan televisi swasta, Hamdan juga menyinggung insiden di Kamp Maghazi di mana 21 tentara IDF tewas.
Ia juga mengatakan bahwa saat ini keamanan dan militer Israel telah kolaps.
"Tidak ada cakrawala bagi (agresi Israel), dan tidak ada kemungkinan 'akhir yang bahagia' bagi Israel," kata Osama Hamdan pada 23 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.
Israel dikenal memiliki militer dan keamanan paling canggih di dunia.
Namun, hal tersebut langsung terbantahkan dengan adanya operasi militer Badai Al Aqsa pada 7 Oktober 2023.
"Mitos (tentang keamanan Israel) telah runtuh. Tentara pendudukan tidak mampu melindungi dirinya sendiri," ujarnya.
Mengenai kemungkinan konflik yang terus meluas, Hamdan mengingatkan Amerika Serikat (AS) soal ini.
AS merupakan sekutu dan pendukung genosida Israel di wilayah Gaza, Palestina.
Diketahui, Israel menghadapi dua front peperangan, satu di utara dengan Hizbullah dan di Gaza dengan kelompok Pejuang Palestina.
Kemudian Yaman saat ini tengah memblokade Laut Merah, menghadang kapal-kapal kargo dengan tujuan ke Israel.
"AS harus secara serius mempertimbangkan bahwa lingkaran perlawanan akan meluas dan mungkin ada pihak-pihak yang tidak dipertimbangkan oleh AS yang mungkin terpaksa terlibat dalam konfrontasi ini," lanjutnya.
Baca Juga: Israel Punya Sistem Keamanan dan Militer Paling Canggih, Hamas: Tak Mampu Lindungi Mereka Sendiri