internasional

Israel Punya Sistem Keamanan dan Militer Paling Canggih, Hamas: Tak Mampu Lindungi Mereka Sendiri

Rabu, 24 Januari 2024 | 16:57 WIB
Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan menyebutkan bahwa Israel tak seaman dan secanggih yang dikira oleh dunia. (t.me/hamas.ps)

SENAYANPOST - Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan mengatakan bahwa perjuangan kelompok Palestina di Gaza membantah teori yang selama ini dipercaya soal keamanan dan militer Israel.

Hamdan mengungkapkan bahwa dengan teknologi keamanan dan militer yang canggih, Israel justru kerepotan dengan perlawanan kelompok Palestina selama tiga bulan terakhir.

Beberapa bulan lalu, Israel baru menemukan terowongan yang digunakan Hamas setelah kurang lebih 70 hari perang.

Lokasi terowongan yang cukup besar itu terletak tidak jauh dari tempat di mana para pasukan pejuang menculik tentara Israel pada 7 Oktober 2023.

Ia juga mengatakan pada hari Selasa bahwa operasi Al Maghazi menunjukkan kurangnya prospek agresi yang sedang berlangsung untuk memberikan hasil yang menguntungkan bagi pendudukan Israel.

Baca Juga: Operasi Badai Al Aqsa: Hamas Targetkan Tentara IDF, Sempat Akui Lakukan Kesalahan Ini

Berbicara kepada Al Mayadeen, Hamdan menyatakan bahwa teori tentang keamanan Israel telah runtuh, yang menunjukkan bahwa militer pendudukan Israel tidak mampu melindungi dirinya sendiri dan melarikan diri dari konfrontasi.

Pejabat Palestina tersebut mengindikasikan bahwa Amerika Serikat harus secara serius mempertimbangkan bahwa lingkaran Perlawanan akan meluas, dan kekuatan lain mungkin akan bergabung.

Dia mengesampingkan bahwa Mesir akan menerima sebagian wilayahnya untuk diduduki jika Israel menguasai Poros Philadelphia.

Hamdan mengungkapkan beberapa usulan gencatan senjata telah diajukan, menjelaskan bahwa inti usulan Israel adalah gencatan senjata sementara, yang dilanjutkan dengan kembalinya pertempuran.

Ia menyebutkan, Hamas mengajukan proposal yang mencakup penghentian agresi Israel di Jalur Gaza, mendapat jaminan tidak terulangnya agresi, dan kemudian melaksanakan kesepakatan pertukaran tawanan.

Baca Juga: Alasan Hamas Lancarkan Operasi Badai Al Aqsa dengan Kelompok Pejuang Palestina Lainnya, Salah Satunya Gegara Penjajahan Israel

"Kami merasakan penderitaan atas apa yang terjadi pada rakyat kami, dan kami tidak akan menyerahkan rakyat kami kepada Israel agar mereka dapat mengambil alih Gaza," kata Osama Hamdan pada 24 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English..

Pejabat Hamas menggarisbawahi bahwa Perlawanan Palestina tidak dapat meninggalkan tanah airnya, mengingat bahwa penarikan pasukan pendudukan Israel dari Gaza pada tahun 2005 terjadi karena operasi Perlawanan.

Halaman:

Tags

Terkini