internasional

Opini: Greenflasi Menuju Ekonomi Hijau

Selasa, 23 Januari 2024 | 23:11 WIB
Ir. Wisnu Salman

Menekan pemakaian BBM merupakan bagian dari agenda global untuk mencegah kenaikan suhu bumi (global warming), yang mengakibatkan krisis iklim.

Negara-negara maju seperti Prancis memang "ditekan" Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), harus berperan besar dalam menyelamatkan krisis iklim. Jika kenaikan suhu bumi melampaui 1,5 derajat Celsius dari kondisi iklim sebelum revolusi industri abad 18, maka dunia akan koleps.

Itulah alasan Presiden Macron kenapa Prancis harus melakukan reformasi ekonomi -- dari ekonomi klasik menjadi ekonomi hijau. Salah satunya, dengan menaikkan pajak BBM untuk mengurangi ketergantungan Prancis terhadap bahan bakar fosil yang merusak lingkungan.

Kondisi ini, menyebabkan rakyat kelas menengah bawah Prancis protes melalui demo rompi kuning tersebut.

Baca Juga: 108 Hari Perang, Lebih dari 25.000 Orang Syahid di Gaza Akibat Kampanye Genosida Israel

Perancis dikenal sebagai negeri maju yang sangat peduli dengan energi hijau. Saat ini, misalnya, sekitar 80 persen kebutuhan listrik di Prancis dipasok dari PLTN (Pusat Listrik Tenaga Nuklir) yang aman dari emisi karbon, penyebab utama global warming. Prancis kini melangkah lebih jauh -- mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian BBM.

Dari perspektif di atas, greenflation niscaya akan terjadi bila pemerintah Indonesia melakukan reformasi menuju ekonomi hijau. Memang ada biaya transisi yang mahal. Tapi percayalah, teknologi akan mampu mengatasinya. Dampaknya: bumi akan terselamat dari malapetaka krisis iklim.***

Halaman:

Tags

Terkini