SENAYANPOST - Warga Negara Indonesia yang berada di Canada yang mengaku pendukungnya Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, mengaku mendapat intimidasi berupa pesan singkat yang masuk ke HP.
Robert Prasetya pentolan pendukung Ganjar Pranowo di Canada mengaku, pesan singkat tersebut diterima satu minggu sebelum pihaknya menggelar acara Warung D3mokrasi di Vancouver, Canada.
Isinya singkat: “Tidak ada niat untuk menargetkan individu atau lainnya. Sekedar membantu saling mengingatkan saja, Oom.”
Sebelumnya, Robert juga menerima telepon yang berkali-kali meminta Robert menunda acara yang telah disusun rapi.
Baca Juga: Pendukung Ganjar Pranowo di Australia Berkumpul di Australia Membahas tentang Golput
Robert tak goyah dan tak kurang akal. Ia kontan menolak. Namun setelah berbagai pesan singkat disertai telepon, Robert pun segera menghubungi rekan-rekannya di Jakarta untuk meminta masukan.
Timnya pun mengkonfirmasi bahwa kegiatan Warung D3mokrasi, yang ia akan digelar tidak melanggar undang-undang Pemilu. “Kami, Panitia Vancouver untuk Ganjar- Mahfud menolak serta mengecam intimidasi dari Panwaslu setempat untuk tidak mengadakan atau menunda acara kami,” tegasnya.
“Kami telah mendapat masukan dari rekanan penasihat hukum di Jakarta dan Canada, bahwa apa yang kami lakukan tidak melanggar hukum,” lanjutnya.
Acara Warung D3mokrasi pun jalan terus, diselenggarakan di St. Patrick’s Parish Gym, sekitar 200-an warga Indonesia dari daerah Vancouver dan sekitarnya berkumpul di acara tersebut.
Baca Juga: Pesan Ganjar Pranowo untuk Pendukungnya di Amerika Serikat dan Canada
Dibuka dengan makan siang bersama, hidangan yang disediakan oleh 12 vendor makanan hampir seluruhnya ludes.
Selain mendeklarasikan dukungan mereka, para warga juga melakukan berbagai kegiatan seperti menyanyikan lagu-lagu nasional dan berjoget bersama.
Acara ini juga dimeriahkan dengan kata sambutan dari Cawapres Prof. Mahfud MD, Ketua Tim Pemenangan Nasional Arsjad Rasjid, serta pernyataan dukungan dan kerjasama dari rekan-rekan seperjuangan Canada for Ganjar- Mahfud dari berbagai belahan dunia termasuk Australia, Eropa, dan Amerika Serikat.
Capres Ganjar Pranowo juga turut menghadiri acara ini secara online, ditengah kesibukannya pada acara Car Free Day di Jakarta.