SENAYAN POST - Evan Gershkovich, seorang wartawan Wall Street Journal dari Amerika Serikat diketahui ditahan oleh Rusia karena tuduhan aktivitas mata-mata.
Hingga berita ini dibuat, Evan Gershkovich masih ditahan oleh pihak berwenang Rusia.
Berikut ini profil Evan Gershkovich, wartawan Amerika Serikat yang dituduh melakukan mata-mata dan saat ini ditahan oleh FSB Rusia.
Baca Juga: Selain Narkoba, Korut juga Eksekusi Mati Warganya yang Melakukan Kegiatan Agama
Di Wall Street Journal, dia telah melaporkan secara ekstensif tentang konsekuensi invasi Rusia ke Ukraina.
Dalam percakapan dengan teman-temannya, Gershkovich mengatakan bahwa dia melihat perannya yang menceritakan bagaimana perang mengubah Rusia dan bahwa dia tahu akan berbahaya untuk melakukan pekerjaannya di hadapan undang-undang sensor ketat yang disahkan pada hari-hari pertama kampanye.
"Evan bukannya tidak sadar atau naif tentang risikonya," cuit temannya, jurnalis New York Joshua Yaffa, sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Baca Juga: Menlu Iran Menelpon Menlu Arab Saudi
Joshua mengungkapkan koleganya profesional dalam pekerjaannya.
"Dia adalah seorang jurnalis profesional yang berani, berkomitmen, yang melakukan perjalanan ke Rusia untuk melaporkan kisah-kisah penting dan menarik," terangnya.
Seorang penutur bahasa Rusia yang fasih lahir dari emigran Soviet dan dibesarkan di New Jersey, Gershkovich pindah ke Moskow pada akhir 2017 untuk bergabung dengan Moscow Times berbahasa Inggris.
Baca Juga: Rusia Pegang Presidensi Dewan Keamanan PBB, Presiden Volodymyr Zelenskiy Sebut Absurd dan Destruktif
Kemudian Gershkovich bekerja untuk kantor berita nasional Prancis Agence France-Presse (AFP).
Rusia mengumumkan dimulainya 'operasi militer khusus' pada Februari 2022, tepat ketika Gershkovich berada di London, akan kembali ke Rusia untuk bergabung dengan biro Jurnal Moskow.
Artikel Terkait
Ratu Camilla Bisa Tolak Tradisi Penobatan Raja Charles III Ini untuk Tenangkan Pangeran William
Arab Saudi Himbau Jamaah Umroh dan Haji Tidak Bawa Uang Berlebih
Rusia Pegang Presidensi Dewan Keamanan PBB, Presiden Volodymyr Zelenskiy Sebut Absurd dan Destruktif
Menlu Iran Menelpon Menlu Arab Saudi
Selain Narkoba, Korut juga Eksekusi Mati Warganya yang Melakukan Kegiatan Agama