Hamas Serahkan Dua Jenazah Warga Israel yang Jadi Sandera Di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata yang Rapuh

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 1 November 2025 | 19:33 WIB
Kelompok Perlawanan Palestina Hamas menyerahkan dua jenazah warga Israel yang menjadi sandera selama perang. (alqassam.ps)
Kelompok Perlawanan Palestina Hamas menyerahkan dua jenazah warga Israel yang menjadi sandera selama perang. (alqassam.ps)

SENAYANPOST - Kelompok Perlawanan Palestina, Hamas, menyerahkan dua jenazah sandera Israel pada hari Kamis, sehari setelah gencatan senjata Gaza yang rapuh diguncang oleh serangkaian serangan mematikan Israel di wilayah kantong tersebut.

Jenazah sandera Amiram Cooper dan Sahar Baruch dikembalikan ke Israel untuk dimakamkan setelah proses identifikasi selesai, ungkap militer Israel dalam sebuah pernyataan pada Kamis malam.

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Hamas membebaskan semua sandera yang masih hidup dengan imbalan hampir 2.000 tahanan Palestina dan tahanan perang.

Sementara Israel menarik pasukannya, menghentikan serangan, dan meningkatkan bantuan ke wilayah kantong tersebut.

Baca Juga: Veteran AS: Israel Bakal Hancur Jika Serang Iran Lagi

Hamas juga setuju untuk menyerahkan jenazah seluruh 28 sandera yang tewas dengan imbalan 360 warga Palestina yang tewas dalam perang.

Hingga Kamis, Hamas telah menyerahkan 15 jenazah.

Israel mengatakan Hamas terlalu lambat menyerahkan jenazah para sandera yang masih berada di Gaza.

Hamas mengatakan akan membutuhkan waktu untuk menemukan dan mengambil semua jenazah.

Keluarga beberapa sandera sangat ingin memberikan pemakaman yang layak bagi orang yang mereka cintai dan khawatir jenazah mereka akan hilang selamanya di bawah reruntuhan Gaza.

Baca Juga: Donald Trump Tolak Mentah-mentah Usulan Anggota Parlemen Israel Caplok Tepi Barat Palestina

Ribuan warga Palestina yang diyakini tewas masih hilang di tengah kehancuran yang luas.

Hambatan Utama Rencana Donald Trump

Perselisihan mengenai pemulihan dan penyerahan jenazah para sandera telah menjadi salah satu kesulitan yang mempersulit rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang Gaza untuk selamanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X