SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum lama ini mengklaim kemenangan atas Iran dalam Operasi The Rising Lion.
Setelah berperang 12 hari lamanya, Netanyahu mengklaim sudah menghancurkan fasilitas nuklir Iran salah satunya Fordow.
Lebih lanjut, kepada publik Israel, Netanyahu menegaskan telah menyingkirkan dua ancaman eksistensial negara penjajah tersebut.
Salah satunya adalah ancaman serangan 20 ribu rudal balistik dari Iran ke Israel.
"Dalam 12 hari Operasi Rising Lion, kami meraih kemenangan bersejarah yang akan bertahan selama beberapa generasi. Kami menyingkirkan dua ancaman eksistensial: ancaman pemusnahan oleh senjata nuklir dan ancaman pemusnahan oleh 20.000 rudal balistik. Jika kami tidak bertindak sekarang, Negara Israel akan segera menghadapi bahaya pemusnahan," kata Benjamin Netanyahu pada 25 Juni 2025, dikutip SenayanPost.com dari akun Twitter atau X @IsraeliPM.
Baca Juga: Presiden Donald Trump Klaim Hancurkan Program Nuklir Iran, Intelijen AS Justru Bilang Begini
Netanyahu menjelaskan bahwa operasi ini akan dicatat sejarah dan dipelajari oleh militer di dunia.
"Pukulan pembuka yang mengejutkan dari Rising Lion akan tercatat dalam catatan perang Israel dan akan dipelajari oleh setiap militer di dunia. Dalam satu serangan, dalam satu pukulan, kami melenyapkan komando senior Iran, termasuk tiga kepala staf dan banyak perwira senior lainnya. Dan pada saat yang sama, kami menyingkirkan para ilmuwan nuklir terkemuka Iran, mereka yang memiliki pengetahuan, memimpin program nuklir dan berusaha mendatangkan kehancuran dan kematian bagi kami," ungkapnya.
Buronan Mahkamah Internasional atas kejahatan genosida di Gaza ini juga mengklaim telah menghancurkan berbagai fasilitas nuklir di Iran.
"Kami menghancurkan fasilitas pengayaan utama di Natanz, pabrik konversi uranium di Isfahan, dan instalasi air berat di Arak. Teman kami, Presiden Trump, berdiri di samping kami dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Atas perintahnya, militer AS menghancurkan fasilitas pengayaan jauh di bawah tanah di Fordow," jelasnya.
Selain menargetkan petinggi militer Iran dan ilmuwan nuklirnya, Israel juga menyerang puluhan instalasi program nuklir Iran.
Baca Juga: Rusia Dukung Gencatan Senjata Iran dan Israel, Namun Ragukan Satu Hal Ini
"Kami menyerang puluhan instalasi program nuklir Iran, termasuk laboratorium dan pabrik untuk memproduksi sentrifus. Anda tentu ingat tujuh tahun lalu, bagaimana dalam operasi Mossad yang brilian, kami membawa ke Israel inti dari arsip nuklir rahasia Iran. Kami mengungkapkan program nuklir rahasia Iran untuk pemusnahan Negara Israel kepada Presiden Trump, kepada seluruh dunia dan kepada Anda, warga Israel," ujarnya.
Ia juga menegaskan dan memastikan bahwa Iran tidak akan memiliki program nuklir yang berpotensi menjadi ancaman bagi Israel.
Artikel Terkait
Dari Laut Cina Selatan ke Suriah: AM Hendropriyono Beberkan Manuver AS dan Perang Proksi Melawan Iran
Presiden AS Donald Trump Sebut Gencatan Senjata 'Lengkap dan Total' antara Iran dan Israel
Iran dan Israel Masih Saling Tembak Usai Presiden AS Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata
Rusia Dukung Gencatan Senjata Iran dan Israel, Namun Ragukan Satu Hal Ini
Presiden Donald Trump Klaim Hancurkan Program Nuklir Iran, Intelijen AS Justru Bilang Begini