SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lagi-lagi keluarkan pernyataan kontroversial terkait nasib Jalur Gaza ke depannya.
Lebih lanjut, Donald Trump mengatakan bahwa AS tertarik untuk 'membeli dan memiliki' daerah kantong tersebut bak properti yang saat ini sedang gencatan senjata.
Hal ini disampaikan oleh Donald Trump pada Minggu, 9 Februari 2025 saat berbicara kepada wartawan di Air Force One.
Sementara itu, gerakan Perlawanan Palestina Hamas juga sudah sampaikan tanggapan terhadap rencana kontroversial ini.
Baca Juga: Hari Ketiga Bentrokan di Perbatasan Suriah dan Lebanon, Presiden Joseph Aoun Telepon Ahmad Al Sharaa
"Sejauh menyangkut pembangunannya kembali, kami dapat memberikannya kepada negara-negara lain di Timur Tengah untuk membangun beberapa bagiannya; orang lain dapat melakukannya, melalui naungan kami," kata Donald Trump sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.
Presiden AS yang baru dilantik itu juga memastikan Hamas tidak pindah kembali.
"Tetapi kami berkomitmen untuk memilikinya, mengambilnya, dan memastikan bahwa Hamas tidak pindah kembali. Tidak ada yang bisa dipindah kembali. Tempat itu adalah situs pembongkaran," tambahnya.
Trump juga mengklaim bahwa warga Palestina yang mengungsi lebih memilih untuk tidak kembali ke Gaza meskipun usulannya memicu reaksi keras dari perwakilan Palestina dan sebagian besar masyarakat internasional.
Baca Juga: Tepi Barat Palestina Memanas, Israel Penjajah Bunuh Wanita Hamil 8 Bulan, sang Suami Luka Parah
"Jika kita bisa memberi mereka rumah di daerah yang lebih aman, satu-satunya alasan mereka berbicara tentang kembali ke Gaza adalah karena mereka tidak punya alternatif. Ketika mereka punya alternatif, mereka tidak ingin kembali ke Gaza," jelasnya.
Hamas, kelompok Palestina yang memerintah Gaza, menegaskan kembali penentangannya terhadap usulan Trump pada hari Minggu, menyebut pernyataan terbarunya 'tidak masuk akal'.
"Gaza bukanlah properti yang dapat dibeli dan dijual, dan itu adalah bagian integral dari tanah Palestina yang kami duduki," kata Izzat Al Rishq, anggota biro politik Hamas, dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di Telegram.
"Menangani masalah Palestina dengan mentalitas pedagang real estat adalah resep untuk kegagalan," imbuhnya.
Artikel Terkait
Warga Israel Ejek Rencana Presiden Donald Trump Relokasi Rakyat Palestina dari Gaza
Rencana Presiden AS Donald Trump Pembersihan Etnis terhadap Rakyat Palestina di Gaza, Pengamat: Ilegal dan Angan-angan
Donald Trump Akan Berikan Pesangon 8 Kali Gaji Bagi PNS AS yang Mau Pensiun Dini
Donald Trump Sebut AS Ingin Kuasai Gaza, Warga Palestina Tak Punya Opsi Selain Angkat Kaki
Presiden Donald Trump Klaim Israel Penjajah Bakal Serahkan Jalur Gaza ke Amerika Serikat