SENAYANPOST - Media Israel belum lama ini merilis kerugian ekonomi dan finasial yang signifikan akibat perang di Gaza dan Lebanon.
Jika perang di dua front itu terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan Israel akan bangkrut dan kolaps.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com pada 20 Oktober 2024 dari Al Mayadeen English, setidaknya Israel penjajah menghabiskan 135 juta dolar AS atau setara Rp2 triliun per hari.
Laporan yang didapat dari Yedioth Ahronoth tersebut merinci bahwa biaya telah meningkat secara signifikan karena mobilisasi puluhan ribu tentara cadangan baru-baru ini dan pengerahan beberapa divisi militer ke Lebanon untuk pertama kalinya sejak pecahnya perang pada Oktober 2023.
Baca Juga: Kediamannya Dihantam Drone Hizbullah, Netanyahu Sebut Kesalahan Besar
Dengan operasi Hizbullah yang terus berlanjut, dan rudal serta drone-nya menjangkau jauh ke wilayah pendudukan, pengeluaran besar-besaran semakin membengkak dalam beberapa minggu terakhir.
Ini termasuk biaya tinggi amunisi dalam jumlah besar dan kebutuhan untuk menembakkan ratusan rudal pencegat yang mahal, menurut surat kabar tersebut.
Laporan itu juga mencatat bahwa biaya tambahan ini didorong oleh lonjakan peluncuran rudal dan pesawat nirawak, terutama dari Lebanon, serta serangan rudal dari Iran dan serangan pesawat nirawak yang berasal dari Irak dan Yaman.
Amunisi Mahal
Selain itu, situs web berita Walla! mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang tingginya biaya amunisi yang digunakan oleh pasukan pendudukan Israel di Lebanon.
Baca Juga: Lolos Pertahanan Udara Israel, Drone Hizbullah Hantam Kediaman Netanyahu di Kaisarea
Menurut seorang pejabat senior tentara pendudukan Israel yang dikutip oleh situs web tersebut, biaya amunisi yang digunakan dalam serangan 27 September 2024 di Pinggiran Selatan Beirut, yang mengakibatkan tewasnya Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah, mencapai 6,7 juta dolar AS atau setara Rp104,03 miliar.
Dalam serangan serupa di Pinggiran Selatan, pejabat tersebut mencatat bahwa tentara pendudukan menggunakan amunisi seharga 5,3 juta dolar AS atau setara Rp82,19 miliar.
Media Israel juga menyoroti biaya yang sangat besar akibat perang yang sedang berlangsung di Gaza.
Artikel Terkait
Israel Penjajah Klaim Bunuh Yahya Sinwar, Hamas Masih Bungkam
Israel Terus Bombardir Sekolah UNRWA di Gaza Utara, 22 Warga Palestina Syahid
Detik-detik Syahidnya Yahya Sinwar versi Israel, Sempat Lempar Tongkat ke Arah Drone Penjajah
RS Indonesia di Gaza Utara Diserang Penjajah Israel, Direktur Ungkap Situasi Mencekam
Lolos Pertahanan Udara Israel, Drone Hizbullah Hantam Kediaman Netanyahu di Kaisarea