SENAYANPOST - Mantan petinggi militer Israel, Mayor Jenderal Ziv mengatakan bahwa invasi ke Rafah, daerah selatan Gaza akan membawa bencana bagi negara Zionis.
Sebelumnya, Ziv mengatakan bahwa saat ini Hamas tengah mempersiapkan penyergapan untuk menghadapi pasukan penjajah Israel saat mereka memasuki Kota Rafah.
Sebagaimana diketahui, Rafah adalah daerah padat penduduk di mana lebih satu juta pengungsi Gaza tinggal di sana.
Lebih lanjut, Ziv memperkirakan Hamas sedang melakukan 'penyergapan strategis' ketika pasukan Israel memutuskan untuk memasuki Rafah.
Hal ini menurutnya akan menjadi bencana bagi negara penjajah Israel.
Baca Juga: Presiden AS Joe Biden Ultimatum Netanyahu soal Agresi Israel Penjajah ke Rafah
"Invasi Rafah memiliki risiko yang tinggi, risiko yang lebih tinggi dibandingkan apa pun yang dilakukan (Israel) di Gaza, mengingat fakta bahwa Rafah adalah tempat yang sangat padat dan sulit untuk diperjuangkan, serta sensitivitas AS dan Mesir terhadap hal tersebut," kata Ziv pada 26 April 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.
Komentarnya muncul dua hari setelah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh beberapa faksi perlawanan Palestina, termasuk Hamas dan gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), di mana mereka bersumpah untuk menghadapi serangan yang akan datang terhadap Rafah.
Perlawanan Palestina tidak akan tinggal diam ketika pasukan Israel memasuki Rafah, kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa semua opsi (untuk eskalasi) ada di meja.
Faksi-faksi tersebut bersumpah dalam pernyataannya.
"Untuk membela rakyat kami dan melawan agresi dengan kekuatan penuh dan tanggung jawab, berjanji untuk memberi musuh Zionis sebuah pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan," lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Hamas Kecam Keras Invasi Darat Penjajah Israel Renggut Lebih 100 Warga Palestina di Rafah
Penjajah Israel mengklaim Rafah adalah benteng terakhir Hamas, meskipun sayap militer kelompok tersebut bercokol di Gaza bersama dengan beberapa faksi perlawanan lainnya.
Brigade Al Qassam Hamas mengatakan pada 25 April bahwa mereka menghancurkan situs pengawasan Israel dalam serangan mortir di Jalur Gaza tengah.
Artikel Terkait
200 Hari Pertempuran Israel-Palestina, Abu Ubaidah Kirim Pesan Khusus untuk Netanyahu
Dinamika Eskalasi Timur Tengah Pasca Serangan Iran atas Israel
Abu Ubaidah Roasting Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu: Wahai Nazi Arogan!
Profil Zita Anjani, Anggota DPRD DKI Jakarta yang Unggah Produk Terafiliasi Penjajah Israel di Depan Kabah
Gegara Terobos Lampu Merah hingga Mobilnya Terbalik, Menteri Israel Itamar Ben Gvir Dilarikan ke Rumah Sakit