Politikus Sayap Kiri Knesset Ikut Gugat Israel ke ICJ dalam Kasus Kejahatan Genosida: Itu Patriotisme Sejati

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 10 Januari 2024 | 11:52 WIB
Salah satu politikus sayap kiri Israel di Knesset menggugat negaranya dalam kasus kejahatan genosida di Gaza, Palestina. (Twitter.com/@KnessetENG)
Salah satu politikus sayap kiri Israel di Knesset menggugat negaranya dalam kasus kejahatan genosida di Gaza, Palestina. (Twitter.com/@KnessetENG)

SENAYANPOST - Salah satu anggota Knesset dari sayap kiri, Ofer Cassif mengajukan diri untuk gugat Israel ke International Court of Justice (ICJ) atau Mahkamah Internasional atas kasus kejahatan genosida di Palestina.

Ofer Cassif merupakan anggota dari partai Hadash Ta'al, ia mengumumkan bahwa akan bergabung dalam gugatan kejahatan genosida Israel pada Minggu lalu.

Dalam pernyataannya, Ofer Cassif mengatakan bahwa itu adalah bagian dari tugas konstitusional.

Secara terang-terangan, anggota Knesset itu menyebut bahwa Israel telah melakukan pembersihan etnis dan genosida.

Baca Juga: BENARKAH PERTAHANAN DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA SEBURUK ITU?

"Tugas konstitusional saya adalah terhadap masyarakat Israel dan seluruh penduduknya, bukan kepada pemerintah yang anggota dan koalisinya menyerukan pembersihan etnis dan bahkan genosida yang sebenarnya," kata Ofer Cassif pada 8 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Jerusalem Post.

Ia juga secara tidak langsung menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang berasal dari sayap kanan.

"Mereka yang merugikan negara dan rakyatnya adalah mereka yang menyebabkan Afrika Selatan berpaling ke Den Haag, bukan saya dan teman-teman saya," lanjutnya.

Cassif juga menegaskan bahwa ia tidak akan menyerah untuk memperjuangkan masyarakat yang bermoral.

Baca Juga: PRABOWO DAN BUKU

"Saya tidak akan menyerah dalam perjuangan eksistensi kita sebagai masyarakat yang bermoral," ujarnya.

Menurutnya, menyeret negaranya untuk diadili adalah bentuk patriotisme sejati.

Bukan seperti yang dilakukan Netanyahu sekutu politiknya dengan menyerang Tepi Barat dan Gaza dengan kekerasan.

"Itu adalah patriotisme sejati, bukan perang balas dendam dan seruan penghancuran, bukan pertumpahan darah yang tidak perlu, dan bukan pengorbanan warga sipil dan tentara dalam perang yang sia-sia," lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Jerusalem Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X