Banyak yang berpendapat bahwa One Piece, sebagai judul unggulan dengan anggaran dan pengikut yang besar, layak mendapatkan karya audio yang sesuai dengan skala penceritaannya.
Mereka berpendapat bahwa tetap menggunakan isyarat suara lama tidak hanya mengurangi pengalaman menonton tetapi juga menandakan kurangnya investasi dalam meningkatkan kualitas acara secara keseluruhan.
Sementara itu, reaksi terhadap tim suara telah memecah basis penggemar One Piece.
Baca Juga: Bukan Hanya Sekadar One Piece, Ternyata Ini Maksud Pesan Terakhir Gol D Roger!
Beberapa penonton setia menganggap komentar tersebut tidak sopan dan terlalu kasar, membela pekerjaan tim tersebut sebagai sesuatu yang konsisten dan bagian dari pesona acara tersebut.
Mereka berpendapat bahwa isyarat audio yang dapat dikenali itu ikonik, membentuk hubungan nostalgia antara era anime masa lalu dan masa kini.
Bagi mereka, mengubah efek suara berisiko menghapus sepotong sejarah anime yang telah teruji oleh waktu.
Di sisi lain, yang lain percaya kritik yang membangun, meskipun blak-blakan, diperlukan bagi industri dan agar One Piece dapat berkembang.
Mereka memandang pernyataan animator tersebut sebagai panggilan untuk akuntabilitas dan kontrol kualitas, terutama di pasar tempat penonton dihadapkan pada produksi yang semakin dipoles.
Baca Juga: One Piece: Laksamana Angkatan Laut vs Ksatria Suci, Mana yang Lebih Kuat?
Seiring makin banyaknya perhatian internasional yang didapat anime, studio seperti Toei mungkin menghadapi tekanan yang semakin besar untuk memodernisasi tidak hanya animasi, tetapi setiap aspek produksi, termasuk suara.***
Artikel Terkait
One Piece: Laksamana Angkatan Laut vs Ksatria Suci, Mana yang Lebih Kuat?
One Piece Belum Tamat, 10 Reuni Ini Paling Ditunggu-tunggu Penggemar
Bukan Hanya Sekadar One Piece, Ternyata Ini Maksud Pesan Terakhir Gol D Roger!
Ngeri! Ternyata Ini Kekuatan Asli Ksatria Suci dalam Dunia One Piece, Luffy Bakal Tersaingi?
Update Terbaru One Piece Live Action Season 2, Netflix Bakal Umumkan Jadwal Tayang