ekonomi

Eskalasi Perang AS-Iran: Pengamat Peringatkan Ancaman Krisis Energi dan Tekanan Fiskal bagi Indonesia

Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:54 WIB
Pengamat Ekonomi, Noviardi Ferzi (Visinews)

Baca Juga: Dunia Waspada Perang Timur Tengah Usai Serangan AS dan Israel ke Iran

Sementara itu, Noviardi mencatat ekonomi Iran sendiri mengalami kehancuran berat dengan inflasi di atas 40 persen, depresiasi rial mendekati 95 persen, serta hilangnya pendapatan minyak ratusan miliar dolar akibat sanksi dan kerusakan infrastruktur.

Di pihak lain, Amerika Serikat juga menghadapi konsekuensi fiskal besar dengan beban perang yang berpotensi menambah utang nasionalnya yang telah melampaui US$35 triliun.

Untuk meredam risiko, Noviardi mendorong pemerintah mempercepat diversifikasi sumber energi, tidak hanya bergantung pada pasokan Timur Tengah, tetapi juga membuka kontrak jangka panjang dengan negara seperti Qatar, Arab Saudi, dan Australia.

Selain itu, penguatan cadangan devisa di atas US$150 miliar serta pemberian stimulus yang lebih terarah seperti bantuan langsung tunai energi bagi kelompok rentan dinilai menjadi langkah realistis. *

Halaman:

Tags

Terkini