ekonomi

Potongan Terbesar di RI, DBH Jakarta Disunat Rp15 Triliun, Purbaya: Tak Akan Permanen

Selasa, 7 Oktober 2025 | 16:02 WIB
Mengintip fakta terkini pemangkasan dana bagi hasil (DBH) DKI Jakarta oleh Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram.com / @kemenkeuri - @pramonoanungw)

Gubernur Pramono Legawa

Dalam kesempatan yang sama, Pramono Anung menyebut pemotongan DBH ini bagian dari tanggung jawab bersama menjaga stabilitas fiskal nasional.

“Jakarta betul-betul ingin menyelaraskan kebijakan fiskal yang telah diambil oleh pemerintah pusat dalam hal ini, terutama pemotongan DBH," terangnya.

"Pemerintah Jakarta sama sekali tidak akan argue terhadap itu,” tegas Pramono.

Meski begitu, ia tak tinggal diam. Pramono berencana menutup kekurangan anggaran dengan skema pembiayaan kreatif, salah satunya penerbitan obligasi daerah atau Jakarta Collaboration Fund.

Baca Juga: Rayakan HUT TNI di Doha Qatar, Kolonel Arh Tengku Sony Sonatha Terima PPI Qatar Bahas Program Sekolah Kebangsaan

Efisiensi ala Pramono Anung

Besarnya potongan DBH membuat Pemprov DKI harus menyesuaikan diri. Terkait hal itu, Pramono mengaku pihaknya sudah menyiapkan strategi efisiensi di sejumlah pos yang dianggap tidak prioritas.

Gubernur DKI itu menyebutkan, efisiensi itu di antaranya meliputi anggaran perjalanan dinas, hingga konsumsi harian di Balai Kota.

“Yang jelas hal-hal efisiensi yang dilakukan yang berkaitan misalnya perjalanan dinas," ungkap Pramono.

"Kemudian anggaran-anggaran belanja yang bukan menjadi prioritas utama. Kemudian juga hal-hal yang berkaitan dengan makan, minum, dan sebagainya,” sebutnya.

Baca Juga: Mantan Kepala BAIS TNI Puji Strategi Pengakuan Bersyarat Presiden Prabowo, Perkuat Posisi Indonesia Sebagai Mediator Moral Konflik di Timur Tengah

Janji Purbaya usai Pangkas DBH DKI

Purbaya menegaskan, pemerintah tidak menutup mata terhadap dampak yang dirasakan daerah akibat kebijakan ini.

Menkeu berjanji, bila penerimaan negara membaik, maka dana yang dipotong akan dikembalikan. Purbaya bahkan berseloroh di hadapan Pramono.

Halaman:

Tags

Terkini