Menanggapi permintaan tersebut, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Prof Dr Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono bersedia untuk membantu usaha Pemerintah Kabupaten Way Kanan Lampung ini.
“Saya mau juga berpartisipasi. Kita harus berjuang sama-sama. Operasional harus swasta yang harus diajak bergandengan tangan,” jelasnya.
Lanud TNI AD Gatot Subroto sebelumnya merupakan landasan pacu buatan Jepang yang ditemukan oleh Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono saat menjabat sebagai Komandan Resor Militer (Danrem) Garuda Hitam Lampung ketika mencari sisa-sisa kelompok teroris pimpinan Warsidi yang berafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII) pada akhir tahun 1989.
Saat itu, Bataliyon 143 pimpinan Kapten Sutomo menemukan landasan pacu buatan Jepang ini di desa Ramsai kecamatan Way Tuba kabupaten Way Kanan bagian utara provinsi Lampung. AM Hendropriyono bersama rakyat Way Tuba kemudian membersihkan landasan pacu tersebut hingga dikembangkan oleh TNI AD menjadi lapangan udara.
“Saat membangun masyarakat sudah bercita-cita bisa terbang ke Jakarta,” kenang AM Hendropriyono saat kerja bakti bersama rakyat Way Tuba.
Penggagas Ilmu Filsafat Intelijen ini melihat potensi Bandara Gatot Subroto ini sangat besar dan harus mulai dibangun.
“Di sini menurut saya bisa dikelola. Investasi tidak terlalu besar, dapat dimulai sebagai bandara perintis,” jelasnya. (Muqoddas)