SENAYANPOST - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menanggapi sejumlah pro dan kontra dipisahkannya TikTok media sosial dan e-commerce.
Baru-baru ini, TikTok Shop melayangkan e-mail kepada seluruh seller dan affiliate bahwa platform tersebut akan ditutup per 4 Oktober 2023 pukul 17.00 WIB.
Teten Masduki tidak menampik bahwa ada pro dan kontra dipisahkannya TikTok Shop dan media sosialnya terutama bagi UMKM yang menjalankan usahanya di platform tersebut.
Lebih lanjut, saat ini penjajahan ekonomi menurutnya bukan seperti dua atau tiga abad yang lalu.
"Sekarang saya baru paham mengapa kita pernah dijajah selama 350 tahun. Dan selama 200 tahun dari tahun 1600-1799 hanya dijajah oleh perusahaan dagang (VOC). Persisnya bukan dijajah, karena VOC memiliki perjanjian dagang resmi dengan penguasa pribumi," tulis Teten Masduki pada 3 Oktober 2023, dikutip SenayanPost.com dari Instagram @tetenmasduki_.
Saat ini, 'penjajahan' ekonomi terjadi lewat platform digital.
Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu MY WAY, TRENDZ, Cari Tahu Artinya
Sebagaimana diketahui, TikTok memiliki projek S di Indonesia yang kabarnya memanfaatkan daya beli masyarakat Indonesia yang cukup tinggi.
"Padahal dulu VOC datang ke sini hanya dengan armada kapal kayu. Di era teknologi digital saat ini untuk menguasai ekonomi suatu negara tidak perlu berperang angkat senjata, tapi cukup lewat perusahaan platform digital raksasa," lanjutnya.
Menurut Teten, saat ini ekonomi digital Indonesia belum kuat hingga mudah untuk dikuasai oleh asing.
Baca Juga: Lirik Lagu MY WAY, TRENDZ, Comeback dengan Album Baru
"Digital ekonomi kita dengan mudah bisa dikuasai asing, mulai dari e-commerce, digital media, keuangan, logistik, transportasi, dll," ungkapnya.
Alasan itulah yang menurutnya pemerintah harus turun tangan meregulasi.