SENAYAN POST - Presiden Jokowi mengungkapkan nilai investasi hilirisasi nikel di Indonesia bisa mencapai USD 545,3 miliar atau sekitar Rp 8.128 triliun.
Hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam acara Pengukuhan Pengurus DPN Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2023-2028 di Jakarta, Selasa (1/8/2023).
Presiden Jokowi juga memaparkan prestasi ekspor produk nikel hasil hilirisasi tahun 2022.
Baca Juga: Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan, Ma'ruf Amin Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Pasca Pandemi Covid-19
Nilai ekspor hasil hilirisasi nikel di Indonesia tahun 2022 mencapai USD 33,81 miliar atau Rp 504,2 triliun.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 745 persen dari nilai ekspor tahun 2017.
Menurut USGS, Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di Dunia tahun 2022.
Baca Juga: Panji Gumilang Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terancam Hukuman Pidana Berlapis
USGS adalah Badan Survei Geologi Amerika Serikat.
Pada tahun 2022, produksi nikel Indonesia diperkirakan mencapai 3,3 juta metrik ton.
Hal ini memberikan peluang besar bagi Indonesia dalam membangun hilirisasi industri nikel di Indonesia.
Baca Juga: Bareskrim Polri Tetapkan Pimpinan Ponpes Al-Zaytun sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penistaan Agama
Selain itu, dengan nilai investasi sebesar itu, wacana kemandirian ekonomi berpotensi dapat terealisasi.
Peningkatan hilirisasi nikel ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang tinggi bagi produk-produk Indonesia. ***