"Saya pun pergi ke sana lewat darat, untuk meletakkan batu pertama gedung pembelajaran yang namanya gedung Doktor Ir Soekarno, saat itu pertama kali saya kenalan dengan Panji Gumilang," ucap Hendropriyono.
Hendropriyono tidak mengetahui perkembangan terkini tentang Al Zaytun.
"Saya heran kok ributnya sekarang? Jadi ribut ada apa? Saya enggak ngerti lagi karena saya ke sana enggak pernah lagi, nggak pernah tau lagi," tambah Hendropriyono.
Dia menilai bahwa saat itu tidak ada masalah secara ideologi politik terkait pesantren tersebut. ***