Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga mengungkapkan bahwa tiga orang yang diamankan yakni berinisial D, H, dan N.
Baca Juga: Nasihat Valentino Rossi untuk Francesco Bagnaia Agar Tak Kehilangan Poin di MotoGP
Ketiga orang yang berasal dari Lampung ini memiliki profesi yang berbeda-beda.
Salah satu yang diamankan polisi berprofesi sebagai guru honorer.
"Sementara diketahui, ketiga pelaku penjualan senjata air gun itu yakni N berprofesi sebagai guru honorer," ungkap Panjiyoga.
Kemudian dua orang lainnya yang terlibat terkait senjata berprofesi sebagai polisi kehutanan dan karyawan swasta.
"S profesi sebagai polisi kehutanan, dan H berprofesi sebagai karyawan swasta," tambahnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, telah terjadi insiden penembakan di Kantor MUI Pusat pada 2 Mei 2023.
Baca Juga: Simak! Ini Daftar Bioskop Jakarta yang Menayangkan Film Guardians of the Galaxy 3
Menurut kesaksian KH Cholil Nafis, kejadian itu terjadi sekitar pukul 11 siang.
Saat itu, pimpinan MUI sedang melakukan rapat di kantor tersebut.
Dalam insiden ini, setidaknya tiga orang mengalami luka-luka, sementara pelaku Mustopa dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas terdekat.
Baca Juga: Jokowi Jajal Jalan Rusak di Terusan Ryacudu, Jhon Sitorus: Pemda Lampung Sudah Tidak Punya Urat Malu
Setelah melakukan penembakan di Kantor MUI Pusat, pelaku Mustopa sempat pingsan saat diamankan petugas keamanan.***