SENAYANPOST - Arus balik lebaran tahun 2023 ini, diprediksi sebanyak 203 ribu kendaraan per hari akan melintas dari arah timur di Jalan Tol Trans Jawa menuju ke arah barat.
Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi berdasarkan data yang dicatatkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Data Kementerian Perhubungan kemenhub memprediksi setidaknya 203.000 kendaraan perhari dari arah timur Jalan Tol Trans Jawa dan dari arah Bandung diperkirakan akan melalui Tol Jakarta-Cikampek,” ungkap Presiden Jokowi, dikutip dari channel Youtube Sekretariat Presiden.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi menilai angka kendaraan yang diprediksi melintas tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan angka normalnya.
Baca Juga: Jadwal Skema Rekayasa Lalu Lintas untuk Arus Balik Lebaran, Catat Tanggalnya Supaya Tak Keliru
“Tentu ini merupakan jumlah yang sangat besar dibandingkan dari jumlah normalnya yaitu 53.000 kendaraan,” bilang Presiden Jokowi.
Untuk mengantisipasi kepadatan arus balik lebaran, Korlantas Polri mengimbau kepada para pemudik yang hendak melakukan perjalanan arus balik, agar menyesuaikan pelat nomor kendaraan dengan tanggal keberangkatan.
Terutama pada prediksi puncak arus balik gelombang pertama, terjadi pada tanggal 24-25 April 2023.
Rencana penerapan ganjil-genap merupakan bagian dari sejumlah rekayasa lalu lintas yang disiapkan untuk penanganan kepadatan kendaraan yang melintas di jalur tol Trans Jawa.
Baca Juga: Info Mudik Lebaran: Terminal Pulo Gebang Prediksi Puncak Arus Balik 26 April 2023
“Kami akan sosialisasikan penerapan ini dan mengimbau kepada masyarakat agar melakukan perjalanan pada puncak arus mudik tanggal 24-25 April untuk jalan sesuai dengan pelat kendaraannya,” bilang Irjen Pol Firman Shantyabudi, Kakorlantas Polri, dikutip dari laman resmi NTMC Polri.
Lebih lanjut Irjen Firman mengatakan, Korlantas Polri akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di ruas Jalan Tol Trans Jawa dengan skema satu arah atau one way mulai hari ini Senin 24 April 2023 pukul 14.00 WIB dari Gerbang Tol Kalikangkung KM 414 sampai Gerbang Tol Cikampek Utama.
Setelahnya, akan diberlakukan rekayasa lalu lintas dengan skema lawan arus atau contraflow, dari KM 70 hingga KM 47 dengan menggunakan tiga lajur.
Selain itu, Firman juga menambahkan skema contraflow akan dilanjutkan sampai KM 36 apabila volume kendaraan ke arah barat meningkat.