SENAYANPOST - Jumlah pemudik tahun ini diprediksi lebih banyak dari tahun lalu, makanya pemerintah menerapkan beberapa cara agar mudik tahun ini lancar. Selain itu PT Jasa Marga juga memberikan imbauan kepada pemudik.
Imbauan Jasa Marga kepada pemudik untuk menghindari perjalanan mudik pada waktu tertentu, seperti setelah sahur dan buka puasa.
Menurut Fitri Wijayanti, Direktur Operasi PT Jasa Marga mengatakan, pemudik disarankan menghindari perjalanan mudik saat sehabis sahur dan berbuka puasa.
"Menghindari perjalanan di waktu puncak, kemudian juga menghindari perjalanan di waktu favorit, biasanya sehabis sahur dan berbuka puasa," tambah Fitri, dikutip Senayan Post.
Lebih lanjut Fitri menjelaskan, berdasarkan pengalaman Lebaran tahun lalu, masyarakat yang mudik memilih waktu setelah buka puasa ataupun sahur.
"Berdasarkan tahun lalu, 3 hari peak hour untuk mudik, kalau kita lihat memang jam yang diminati memang setelah salat Subuh, antara jam 5 sore sampai jam 9 malam. Kemudian naik lagi setelah salat Isya, Magrib itu setelah buka puasa jam 7 malam sampai 11 malam. Itu gambaran tahun 2022 pada saat 2 hari puncak Lebaran," tuturnya.
Fitri juga mengimbau agar kendaraan yang dipakai masyarakat untuk mudik Lebaran dalam kondisi siap. Selain itu, pengemudi kendaraan diharapkan dalam kondisi fit.
"Memastikan kendaraan yang akan digunakan untuk mudik itu dalam kondisi siap, itu juga pengemudi nya juga fit. Kalau telah melakukan perjalanan jauh setelah 4 jam, diharapkan untuk beristirahat baik di rest area, tapi kalau rest areanya penuh itu bisa ke luar ke arteri, kemudian mempersiapkan perbekalan," ujarnya.
Fitri juga menjelaskan agar para pemudik sebaiknya tidak berlama-lama dan dianjurkan membungkus makanan jika hendak membelinya. Hal tersebut bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan di rest area.
"Kemudian untuk di rest area sebaiknya tidak berlama lama dianjurkan untuk take-away makanan, karena pengunjung rest area akan jumlahnya bisa 3 sampai 4 kali lipat dalam kondisi normal," ucapnya.
Selain itu, para pemudik yang menggunakan jalan tol diharapkan mengecek kesiapan seperti bahan bakar minyak (BBM), serta kartu tol untuk memastikan saldonya dalam keadaan cukup.***