nasional

Sama-sama jadi Korban Gempa NTT, Pemilik Toko Ini Gratiskan Susu hingga Popok Bayi untuk Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:25 WIB
Nurdin, pemilik toko di Reo, Manggarai, NTT yang tetap buka dan gratiskan keperluan bayi untuk bantu warga terdampak gempa (Threads/kang_iman)

SENAYANPOST – Penanganan masa tanggap darurat bencana akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus berlangsung.

Selain dari pemerintah, bantuan juga datang dari sesama warga untuk saling membantu satu sama lain.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu pemilik toko di Reo, Kabupaten Manggarai, NTT yang memberikan barang-barang dagangannya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Hal tersebut terungkap dalam video yang diunggah oleh akun Threads @kang_iman.

Baca Juga: Berguna untuk Dukung Sektor Pertambangan dan Perminyakan Algoritma AI Rusia-Tiongkok Bertujuan untuk Meningkatkan Peramalan Gempa Bumi

“Pemilik toko ini memaksakan diri membuka tokonya untuk bisa melayani kebutuhan masyarakat yang sangat darurat,” tulisnya dalam keterangan unggahan, dikutip pada Selasa, 18 Agustus 2026.

“Gempa di NTT 7,7 SR justru membuatnya bisa saling berbagi dan saling menguatkan,” lanjutnya.

Dalam video tersebut, pemilik toko mengaku meminta karyawannya untuk tetap membuka toko.

Namun, tidak untuk berjualan seperti biasanya, melainkan untuk melayani masyarakat terdampak gempa yang membutuhkan bantuan logistik.

“Mereka juga kena musibah, mereka tadi juga sempat keberatan untuk buka hari ini, saya bilang kalau saya tidak mau jualan hari ini. Hanya mau menyiapkan untuk orang-orang yang butuh barang-barang seperti (untuk) bayi, susu, dan pampers. Itu aja,” ucap pemilik toko dalam video tersebut.

Pascagempa terjadi, pemilik toko yang diketahui bernama Nurdin itu mengungkapkan bahwa kondisi tokonya masih cukup baik, sehingga barang-barang di dalamnya masih utuh.

“Nama tokonya Maci Mart Reo yang Alhamdulillah kami masih diberi perlindungan, barang-barang saja yang terbengkalai. Makanya saya dorong adik-adik (buka toko), mereka juga sibuk ngurus keluarga,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa aksinya tersebut bukan untuk mencari keuntungan, bahkan dirinya menyetop penjualan rokok di tokonya.

“Bukan saya mau cari untung, tidak, tapi untuk melayani yang memang membutuhkan. Terutama yang sudah saya arahkan. Rokok tidak ada yang dijual biar uang bisa disalurkan,” ungkap Nurdin.

Halaman:

Tags

Terkini