"Kalau pertanyaannya adalah kenapa harus mundur atau kenapa tidak cuti saja, ini kan kita kembalikan kepada yang bersangkutan," ujar Prasetyo.
"Ini kan kita juga tidak bisa memaksakan karena yang mengerti kondisi pribadinya adalah beliau dan kita sangat menghormati sikap dan jiwa besar beliau dengan beliau mengajukan pengunduran diri," sambungnya.
Meski hanya memimpin BGN dalam waktu singkat, yaitu 1,5 bulan saja, Prasetyo menyebut bahwa Nanik membuat banyak gebrakan bersama dengan pimpinan baru lainnya.***