SENAYANPOST - Pemerintah mendorong percepatan pelaksanaan berbagai program strategis di sektor pangan, energi, perikanan, serta hilirisasi industri guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah saat ini terus mengupayakan penguatan sektor riil agar mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional juga terkait nilai tukar rupiah.
Diketahui, saat ini nilai tukar Rupiah terus melemah dan sudah menembus Rp18.000.
"Mendorong program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat, terutama program di bidang pangan, program di bidang energi, kemudian program di bidang perikanan dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi," kata Prasetyo dalam konferensi pers yang digelar 6 Juni 2026.
Baca Juga: Nanik S Deyang Sebut Bakal Perkuat Tata Kelola dan Efisiensi Anggaran Optimalkan Program MBG
Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah harus berjalan secara selaras dan saling mendukung agar mampu menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Perlunya Sinergi Antar-Kebijakan
Prasetyo menegaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini membutuhkan kerja sama yang erat antara seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, lembaga terkait, maupun pelaku usaha.
"Dalam situasi hari ini, menuntut kerja sama di antara kita semua. Kebijakan-kebijakan harus saling mendukung, saling memperkuat satu sama lain," ujarnya.
Ia menilai koordinasi yang baik menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tahan Indonesia menghadapi ketidakpastian global.
Baca Juga: BGN Refocusing Penerima Manfaat MBG, Prioritaskan Kelompok Rentan dan Daerah 3T
Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Optimis
Selain mendorong percepatan program prioritas, Prasetyo juga mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia.