SENAYANPOST – Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi besar-besaran di tubuh TNI Angkatan Udara. Hal tersebut disampaikan saat memimpin kunjungan 150 pejabat Mabesau ke Kraton Majapahit Jakarta pada Rabu (22/4/26).
Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan modernisasi alutsista dengan penguatan jati diri prajurit. Dalam sambutannya di Balairung Gajah Mada, KASAU memaparkan visi Presiden dalam memperkuat kedaulatan udara nasional.
Ia menjelaskan bahwa TNI AU kini tengah berlari untuk mengejar ketertinggalan teknologi dengan pengadaan alutsista canggih seperti pesawat tempur dan radar. Target besarnya adalah mengoperasikan 300 pesawat tempur, yang berimplikasi pada kebutuhan sumber daya manusia yang masif.
"Hitungan Bapak Presiden, satu pesawat itu berisi tiga pilot. Jadi, kami harus menyiapkan sedikitnya 900 pilot tangguh. Kami juga mulai merekrut penerbang dari jalur sipil dengan batasan usia 25 tahun dan menyesuaikan kurikulum agar dalam tiga tahun siswa sekolah penerbang siap bertugas di skuadron operasional," ujar Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Baca Juga: Krapyak
Ia menambahkan bahwa transformasi ini tidak boleh melupakan sejarah, termasuk upaya mengusulkan KASAU pertama, Bapak Suhardi Suryadharma, sebagai Pahlawan Nasional.
Ketua Kraton Majapahit Jakarta, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. AM Hendropriyono menekankan bahwa keberhasilan transformasi militer juga harus berakar pada kebanggaan nasional. Menurutnya, miniatur Majapahit yang ia bangun merupakan sarana untuk membangkitkan harga diri prajurit bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar sejak dahulu kala.
"Sebagai tentara, kita harus bangga. Tanpa kebanggaan, kita bukan apa-apa. Saya ingin mengingatkan melalui tempat ini bahwa kita memiliki sejarah kejayaan yang harus kita pertahankan dan teruskan. Tujuan membuat Kraton ini adalah untuk mendobrak stigma negatif dunia terhadap bangsa kita di masa lalu," tegas AM Hendropriyono.
Acara yang dipandu oleh Kapten Rita ini ditutup dengan sesi makan malam yang diiringi oleh Kraton Band. Kehadiran para pejabat Mabesau ini diharapkan mampu menyerap semangat keprajuritan masa lalu untuk diimplementasikan dalam pengabdian modern di angkasa nusantara. *