SENAYANPOST - Surat permohonan yang diduga dilayangkan pihak SMAN 1 Ciemas Sukabumi, Jawa Barat, kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Mubarokah di wilayahnya jadi sorotan.
Terlihat dalam unggahan Instagram @infopnsdanpppk, surat tersebut berisi penolakan terkait pelaksanaan distribusi makan bergizi gratis (MBG) yang dinilai bebani para guru di sekolah.
Dalam surat itu, pihak SPPG dinilai perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terlebih untuk memiliki tim mandiri, agar para guru tidak ikut terlibat dalam pembagian MBG di sekolah tersebut.
"SMAN 1 Ciemas menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di sekolah," demikian tertulis dalam postingan itu.
Baca Juga: Ditegur Tidak Mempan, Viral Guru Ungkap Cara Jitu Kepala Sekolah agar SPPG Perbaiki Kualitas MBG
Terlebih, hal ini dinilai telah memicu tudingan yang mengarah pada para guru di sekolah lantaran dianggap mengambil jatah MBG untuk para siswa.
"Pihak sekolah menilai distribusi MBG justru mengganggu tugas utama guru yang seharusnya fokus pada pembelajaran, pembimbingan, dan evaluasi siswa," sambungnya.
Dalam surat bertajuk 'Permohonan Pelaksanaan Teknis Distribusi MBG' yang ditujukan pada SPPG Al-Mubarokah, tertuang dasar pertimbangan bagi pihak sekolah SMAN 1 Ciemas, Sukabumi.
Salah satunya, terkait tugas utama para guru di sekolah adalah mengajar.
Perihal itu, SMAN 1 Ciemas menilai upaya pembagian MBG yang dibebankan kepada para guru dapat mengganggu waktu operasional pendidikan di sekolah.
"Dan tidak termasuk dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pendidik atau tenaga kependidikan," begitu tertulis dalam surat tersebut.
Kemudian, terdapat poin mengenai asas tanggung jawab operasional bagi SPPG terkait.
"Pihak SPPG selaku pelaksana teknis bertanggung jawab penuh atas rantai pasok hingga ke titik akhir (siswa penerima manfaat)," tegas SMAN 1 Ciemas.
"Kewajiban sekolah semestinya terbatas pada penyediaan ruang atau akses, bukan sebagai eksekutor distribusi," sambungnya.