nasional

Mampu Bedakan Yahudi dengan Zionisme, Publik Indonesia Tolak Serangan AS-Israel atas Iran

Kamis, 2 April 2026 | 12:49 WIB
Komunitas Yahudi di Iran. Foto: Istimewa

SENAYANPOST - Lembaga Survey Indonesia (LSI), Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator politik pada Kamis 2 April 2026 merilis hasil survei tentang sikap publik Indonesia terkait serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel atas Iran. 

Dari 1.066 responden, sebanyak 60,1 % responden menyatakan tidak setuju, 23,0 % responden menegaskan sangat tidak setuju, 4,5 % responden tidak menjawab/ tidak tahu, yang setuju hanya 4,7 % responden, yang sangat setuju hanya 0,2 % responden dan yang antara setuju dan tidak setuju terdapat 7,4 % responden.

Sikap ini berdasarkan pandangan bahwa sebanyak 49,1 % responden menyatakan bahwa tidak setuju pernyataan yang menyebutkan bahwa Yahudi akan terus memusuhi Islam seperti dalam teori benturan peradaban Samuel Huntington. Bahkan 9,6 % responden sangat tidak setuju. 

Sementara itu, hanya 21,8 % responden yang setuju, 6,2 % responden yang sangat setuju, 10,0 responden yang menjawab antara setuju dan tidak setuju, serta 3,3 % responden yang tidak tahu atau tidak menjawab. 

Pandangan ini ditegaskan dengan 44,4 % responden yang tidak setuju dengan pandangan bahwa wilayah Israel saat ini adalah tanah air yang dijanjikan Tuhan kepada Bangsa Yahudi. ditegaskan dengan 9,3 % responden yang sangat tidak setuju. Adapun yang menjawab setuju hanya 16,4 % responden, sangat setuju 5,1 % responden, antara setuju dan tidak setuju 16,1 % responden dan 8,7 % responden tidak menjawab atau tidak tahu.

Hal ini menunjukkan bahwa Publik Indonesia mampu membedakan antara Yahudi sebagai agama dan bangsa keturunan, dengan Negara Israel yang merupakan implementasi dari ideologi zionisme.

"Yang percaya pandangan bahwa yahudi memusuhi Islam ternyata sedikit, karena kita tahu orang Islam banyak yang mengetahui bahwa Yahudi bukan Israel. Ini kabar baik masyarakat kita berfikir kompleks, mereka anti Israel tapi tidak anti Yahudi," jelas Prof Burhanuddin Muhtadi, Ph.D sekalu pendiri dan peneliti utama Indikator Politik yang didapuk menyampaikan hasil survei 3 (tiga) lembaga survei tersebut.

Selain itu hal ini menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian serta menolak teori benturan peradaban dan agama.

"Pada dasarnya, Bangsa Indonesia itu harmonis, tidak ingin dibentur-benturkan," pungkasnya. 

Tags

Terkini