SENAYANPOST - Beberapa waktu terakhir ramai unggahan kru bus Madu Kismo yang membuang sampah di pinggiran jalan tol. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis, (12/3/26) dan pertama kali diunggah oleh akun TikTok @sandiadista0 yang kini telah viral dengan lebih dari 1,5 juta kali penayangan.
Dalam video yang beredar tersebut, bus bertuliskan dari PT Madu Kismo Trans berwarna merah itu berhenti di bahu jalan tol. Seorang kru pintu belakang bus sambil mengeluarkan kardus berisi sejumlah plastik dan membuangnya.
Mengintip dari kolom komentar, tampak akun resmi dari bus Madu Kismo menuliskan permintaan maaf dan mengungkapkan bahwa telah memberikan teguran pada kru terkait.
“Kami minta maaf atas kejadian tersebut, akan kami tegur kru yang bersangkutan. Terima kasih,” tulis keterangan pihak bus, dikutip pada Senin, (16/3/26).
Baca Juga: Sebut Penerima Makan Bergizi ‘Rakyat Jelata’, Petugas SPPG Purbalingga Minta Maaf dan Siap Disanksi
Melalui unggahan terpisah, pihak bus Madu Kismo yakni sopir dan kru meminta maaf dalam video yang diunggah pada Minggu, (15/3/26).
“Saya atas nama Syafaat, kru Madu Kismo mohon maaf kepada pimpinan Madu Kismo, petugas jalan tol karena saya telah membuang sampah sembarangan,” ujarnya dalam video tersebut.
Sopir bus Madu Kismo juga meminta maaf karena kelalaian krunya dan sudah mendapat teguran, serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Respons Admin Bus Madu Kismo Tuai Sorotan Warganet
Setelah video klarifikasi, kini warganet menyoroti pada jawaban admin bus Madu Kismo yang dianggap tidak menerima kritikan. Melalui akun TikTok @feri_irawan817, tangkapan layar pesan WhatsApp dengan pihak bus dibagikan ke media sosial.
Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo: Perumahan Layak Jadi Kunci Hapus Malapetaka Stunting di Indonesia
“Untuk hari ini, buat angkut sampah dari tol ke kalian habis berapa duit ya?” tulis pemilik akun dalam pesannya yang langsung mendapat jawaban dari pihak bus.
“Oh kakaknya mau angkut? Terima kasih banyak atas kepeduliannya ya,” jawab admin tersebut.
Lebih lanjut, unggahan terbaru menyampaikan klarifikasi dari pihak bus dengan nomor baru dan menyatakan bahwa yang membalas pesan sebelumnya bukan dari admin. Sementara untuk sopir dan kru, disebut telah di-skorsing sebulan tidak boleh bekerja.