nasional

Kedubes Iran Kecam Serangan AS dan Israel yang Tewaskan 175 Siswi SD di Minab

Senin, 16 Maret 2026 | 06:01 WIB
Kedubes Iran di Indonesia kecam serangan AS dan Israel terhadap sebuah SD di Minab yang menewaskan 175 siswinya. (Dokumentasi Kedubes Iran)

SENAYANPOST - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menewaskan 175 siswi sekolah dasar di kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran.

Dalam pernyataan resminya, Kedubes Iran menyebut serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel tersebut juga menyebabkan lebih dari 95 anak lainnya mengalami luka-luka.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran dengan duka yang mendalam dan rasa pilu yang besar mengecam syahidnya 175 anak siswi yang tidak berdosa serta terluka-nya lebih dari 95 anak di Sekolah Dasar 'Shajareh Tayyebeh' di kota Minab," demikian pernyataan Kedubes Iran pada 14 Maret 2026, sebagaimana diterima redaksi SenayanPost.com.

Menurut pernyataan tersebut, para korban merupakan anak-anak yang sedang berada di kelas untuk belajar dan membangun masa depan mereka ketika serangan rudal menghantam wilayah tersebut.

Baca Juga: Netanyahu Akui Israel Ingin Rakyat Iran Gulingkan Rezim di Teheran

"Anak-anak tak berdaya ini, yang hanya hadir di kelas untuk belajar dan membangun masa depan yang cerah, menjadi korban kekerasan akibat serangan rudal yang tidak sejalan dengan hati nurani kemanusiaan maupun prinsip-prinsip yang diakui dalam hukum internasional," lanjut pernyataan itu.

Kedubes Iran juga menyoroti bahwa serangan tersebut terjadi saat Iran tengah menempuh jalur diplomasi dan perundingan dengan pihak lain untuk mencari solusi damai atas berbagai ketegangan yang terjadi.

Menurut Kedubes Iran, pada saat insiden terjadi para perwakilan Iran sedang berada di meja perundingan untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas di kawasan.

"Yang semakin menambah kepahitan tragedi ini adalah bahwa serangan agresif tersebut terjadi pada saat Republik Islam Iran sedang menempuh jalur diplomasi, dialog, dan perundingan," tulis pernyataan tersebut.

Baca Juga: Pesan Publik Perdana Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei Usai Gugurnya Ali Khamenei

Kedubes Iran menilai penargetan wilayah sipil dalam kondisi tersebut tidak hanya melanggar kedaulatan nasional Iran, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip penyelesaian sengketa secara damai dalam sistem internasional.

"Penargetan wilayah Iran dan serangan terhadap kawasan sipil merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional sebuah negara merdeka serta pukulan nyata terhadap prinsip penyelesaian damai sengketa dalam sistem internasional," demikian pernyataan Kedubes Iran.***

Tags

Terkini