SENAYANPOST - Hadiri peluncuran buku The History of Way Tuba Air Strip, Guru Besar Filsafat Intelijen Jenderal TNI (Purn) Prof Dr Abdullah Mahmud Hendropriyono dan rombongan disambut antusias oleh masyarakat dan pejabat setempat termasuk Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.
"Saya kadung cinta kepada saudara-sausara dan air strip ini," tegasnya di Hanggar Lanudad Gatot Subroto pada Rabu, (31/12/25).
Mantan Menteri Transmigrasi dan Perumahan Perambahan Hutan ini menolak argumen bahwa masyarakat yang tidak mampu menjadi alasan bandara mengalami kerugian.
"Masalahnya adalah pergerakan uang, bukan orang. Untuk itu saya pikir harus ada investor besar agar kegiatan bisnis eksternal mendukung pergerakan ekonomi internal," tegasnya.
Baca Juga: Rekomendasi Film untuk Malam Tahun Baru, Bisa Nonton Bareng Teman dan Keluarga
AM Hendropriyono berpesan agar air strip ini dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Lampung dan sekitarnya.
"Kita yerus berusaha manfaatkan air strip ini, dikelola dan dioperasikan sebagai Lanudad," pungkasnya.
Lanudad Gator Subroto ditemukan oleh pasukan Korem Garuda Hitam Lampung yang saat itu dipimpin Kolonel INF AM Hendropriyono saat mencari sisa-sisa kelompok teroris Warsidi yang berafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII). Saat ini Lanudad Gatot Subroto juga dimanfaatkan sebagai penerbangan sipil. (Muqoddas) ***