nasional

Kepala BNPB Sempat Menyebut Banjir Sumatera Cuma Mencekam di Medsos, Akademisi: Tidak Ada Infrastruktur Informasi yang Valid

Senin, 15 Desember 2025 | 17:01 WIB
Akademisi Sulfikar Amin sorot pernyataan Kepala BNPB Suharyanto terkait awal-awal banjir Sumatera belum lama ini. (Tangkapan layar YouTube Forum Keadilan TV)

"Karena tidak ada informasi yang jelas, BNPB pun tidak punya infrastruktur informasi yang valid sehingga Kepala BNPB akhirnya mengambil sikap yang mungkin meremehkan," sambungnya.

Kontroversi Pernyataan Kepala BNPB

Pernyataan Kepala BNPB itu dilontarkan dalam konferensi pers mengenai dampak banjir Sumatera yang dilakukan pada 28 November 2025.

Baca Juga: Momen Relawan Terharu Mendapat Makanan dari Pengungsi Aceh: Harusnya Kami yang Banyak Membantu

Dalam momen tersebut, Suharyanto mengklaim bahwa dampak di lapangan berbeda dengan apa yang banyak terlihat di media sosial.

"Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik," kata Suharyanto saat itu.

Pernyataan tersebut lantas ditarik dan permintaan maaf pun dilakukan karena telah meremehkan dampak banjir.

"Nah, Tapsel ini saya surprise begitu ya, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati," kata Suharyanto saat mengunjungi Tapanuli Selatan, Sumatera Utara yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah pada 30 Desember 2025.***

Halaman:

Tags

Terkini