Evaluasi Distribusi Bantuan Lewat Udara
Pemberian bantuan melalui airdrop, yakni menjatuhkan bantuan dari pesawat atau helikopter menuai kritikan dari masyarakat.
Beberapa video viral di media sosial saat masyarakat mengeluh bantuan pangan yang dijatuhkan tersebut justru rusak parah dan tak bisa dikonsumsi.
"Kita terus mengevaluasi proses distribusi bantuan lewat udara, perlu saya tekankan bahwa di momen saat ini, khususnya pada tempat-tempat yang terisolir, sulit dijangkau," kata Freddy.
"Masih tertutup, masih terputus jalan daratnya. Itu kemampuan, kekuatan udara itu sangat mendukung. Jadi, helikopter, pesawat yang melakukan airdrop dengan berbagai model itu kita upayakan pendistribusian cepat," lanjutnya.
Baca Juga: Wardatina Mawa Jadi BA Benings Clinic, Tetap Pakai Cadar?
Masukan Evaluasi Distribusi Lewat Udara Dilakukan Semua Pihak
Freddy menambahkan bahwa kritikan dan evaluasi terkait pendistribusiannya itu untuk perbaikan pihak internal.
Menurutnya, tak hanya TNI yang melakukan perbaikan, tapi semua pihak yang menggunakan metode airdrop.
"Kita jadikan perbaikan internal, menyeluruh ya, bukan hanya TNI karena kekuatan unsur udara itu ada yang dari BNPB, kemudian kementerian/lembaga yang mendukung ini. Jadi, kita evaluasi," jelasnya.
Distribusi Bantuan Tetap Utamakan Keamanan
Lebih lanjut, Freddy menegaskan bahwa unsur keamanan semua pihak yang terlibat dalam proses pendistribusiannya tetap diperhatikan.
"Saya tegaskan di sini bahwa keamanan dari kru, keamanan dari alutsista dalam hal ini helikopter atau pesawat, serta keamanan dari masyarakat itu yang jadi prioritas kami," tegasnya.
Baca Juga: Inara Rusli Mau Pisah dan Lapor Polisi, Insanul Fahmi Tegas Tolak, Nangis Sujud di Kaki Istri ke-2
"Jadi, evaluasi tetap bagaimana percepatan pendistribusian logistik, tapi tetap tidak mengabaikan sisi keamanan," sambungnya.