SENAYANPOST – Tepat di Hari Pahlawan pada 10 November 2025, Istana Kepresidenan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada 10 tokoh.
Salah satu tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional adalah Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Munculnya nama Soeharto pun memancing kontroversi di kalangan masyarakat.
Baca Juga: Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Kena Skorsing DPR, Ketum NasDem Surya Paloh Soroti Putusan MKD
Bahkan muncul beragam template di Instagram tentang sejumlah peristiwa tragis dan memilukan yang terjadi di masa kepemimpinan Soeharto.
Presiden Prabowo Subianto, melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemilihan tokoh tersebut sebagai bentuk penghormatan tertinggi.
"Sekali lagi, sebagaimana kemarin juga kami sampaikan, itu kan bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu, terutama para pemimpin kita, yang apapun sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara," ujar Prasetyo di Jalan Kertanegara, Minggu (9/11/2025).
Sembilan tokoh lain yang turut diangkat sebagai pahlawan nasional adalah mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), aktivis buruh Marsinah, mantan Menteri Hukum Mochtar Kusumaatmadja, Rahmah El Yunusiyyah, mantan Komandan RPKAD Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih, dan Sultan Tidore Sultan Zainal Abidin Syah.
Pemilihan 10 tokoh tersebut adalah hasil musyawarah antara Presiden Prabowo dan para petinggi Parlemen seperti Ketua MPR Ahmad Muzani dan pimpinan DPR. ***