Meski begitu, ia menegaskan bahwa upaya tersebut harus dilanjutkan dengan kebijakan yang lebih konkret dan berorientasi pada masa depan.
"Bagi mereka yang butuh pekerjaan segera, ini sesuatu yang harus kita pikirkan dengan saksama," ujar Prabowo.
Baca Juga: Potongan Terbesar di RI, DBH Jakarta Disunat Rp15 Triliun, Purbaya: Tak Akan Permanen
Prabowo menilai, tanpa kesiapan sumber daya manusia yang kuat, pertumbuhan ekonomi tidak akan berdampak luas.
Oleh karena itu, pemerintah akan memperbanyak program pelatihan kerja dan mempercepat investasi di sektor padat karya.
Meniru Langkah Jerman
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan pentingnya mencontoh keberhasilan negara lain, salah satunya Jerman dalam mengelola keseimbangan antara teknologi dan tenaga kerja manusia.
Prabowo menilai, Indonesia harus menyiapkan strategi agar industri tetap efisien tanpa mengorbankan kesempatan kerja.
"Robotik dan kecerdasan buatan memang mempercepat riset dan produksi, tapi kita harus pastikan manusia tetap jadi pusatnya. Ini pekerjaan besar kita," tegasnya.
Baca Juga: Mahfud MD Puji Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang Tak Pungut Pajak Baru, Sebut Pro Rakyat
Prabowo berharap kerja sama lintas kementerian bisa semakin kuat untuk menekan angka pengangguran di bawah 4 persen pada akhir masa pemerintahannya.
Dari sisi ekonomi, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyatakan keyakinannya tentang peluang kerja akan meningkat mulai akhir tahun 2025 ini.
Janji Menkeu Purbaya soal Keresahan Warga Cari Kerja
Dalam media briefing di Jakarta, pada Jumat, 17 Oktober 2025 lalu, Purbaya pernah mengatakan kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di perbankan mulai menunjukkan hasil positif.
"Saya harapkan nanti akhir Desember sudah kelihatan lebih bergairah ekonominya. Saya pikir pengangguran mulai merasa lebih mudah mencari kerja," ujar Purbaya.